KLATEN, Joglo Jateng – Sungai Poitan yang terletak di Desa Jagalan, Karangnongko, Klaten, terpilih sebagai taman edukasi kebencanaan usia dini. Kawasan itu diharapkan tidak saja menjadi destinasi wisata, tapi juga sarana pendidikan dan membangun jiwa peduli sungai sedari usia dini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Sri Winoto mengatakan, sungai Poitan mempunyai keunikan dan nilai lebih. Tidak saja jumlah relawan sungai yang banyak, tapi kualitas airnya yang bagus.
“Air sungai Poitan itu jernih karena bersumber mata air langsung. Jadi air mengalir setiap saat. Hebatnya lagi Komunitas Peduli Sungai (KPS) sangat banyak personilnya, hampir 100 relawan,” ungkapnya Rabu (5/10).
Mantan Asisten Administrasi Umum Setda Klaten itu menambahkan, sudah ada 20 instruktur terlatih yang nanti mengajarkan edukasi kebencanaan. “TK Aisyiyah dan TK Pertiwi wilayah setempat akan diajak ke Sungai Poitan. Jadi anak TK dan PAUD itu akan diperkenalkan pengurangan risiko bencana. Termasuk penanganan kebakaran. Instruktur di BPBD telah mendampingi di lapangan,” paparnya.
Ia mengungkapkan keyakinannya kalau taman edukasi sungai Poitan itu sebagai awalan dalam mendorong kepedulian sungai oleh masyarakat. Banyak pihak yang menurutnya akan dilibatkan dalam kerja kemanusiaan.
“Pemerintah tidak bisa sendiri menjaga sungai. Pembangunan kepedulian sungai harus melibatkan masyarakat itu sendiri. Ke depan kurikulum sungai bisa masuk kurikulum sekolah. Program ini yang terus kami dorong,” pungkasnya.(ara/ziz)










