Percepatan Pembelajaran Menulis Unsur Intrinsik Cerpen dengan Jigsaw

Oleh: Darsono, S.Pd.
Guru SMPN 4 Pemalang, Kabupaten Pemalang

PEMBELAJARAN bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai etika yang berlaku baik secara lisan maupun tulis; menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara; memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan efektif; menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial; menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa; serta menghargai dan mengembangkan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Menulis unsur-unsur intrinsik mulai dari tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, serta amanat dalam cerpen terdapat pada materi pembelajaran kelas IX Semester I. Dari kompetensi yang ada, terdapat adanya tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik dapat menulis unsur-unsur intrinsik cerpen tersebut. Hal itu akan diujicobakan penerapannya di kelas IX F SMPN 4 Pemalang dengan menggunakan metode pembelajaran yang kooperatif.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menurut pendapat Soleh Abbas (2006:125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan keterampilan bahasa yang digunakan kosakata, gramatikal, dan penggunaan ejaan. Suparno dari Mohammad Yunus (2008:13) menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Dari pengertian menulis yang dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan menggunakan kosakata, gramatikal, dan penggunaan ejaan.

Menurut Lailasari dan Nurlaila (2006:62) cerpen adalah suatu karangan pendek yang berbentuk karangan naratif atau cerita prosa yang mengisahkan kehidupan manusia yang penuh perselisihan, mengharukan, atau menggembirakan dan mengandung kesan yang sulit dilupakan. Menurut Kosasi, dkk (2004:431), cerpen adalah karangan yang berbentuk prosa. Dalam cerpen diceritakan sepenggal kehidupan yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah untuk dilupakan.

Secara etimologi, Jigsaw berasal dari bahasa Inggris yaitu gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle, yaitu sebuah teka teki yang menyusun potongan gambar. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (jigsaw), yaitu siswa melakukan sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Model pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitikberatkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil, seperti yang diungkapkan Lie (1993: 73), bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.

Pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat berjalan secara efektif apabila dilaksanakan secara konsisten dan sesuai dengan langkah-langkah metode, yaitu situasi bermasalah, eksplorasi, perumusan tugas belajar, kegiatan belajar, dan analisis kemajuan. Untuk mencapai hasil yang diharapkan, ada beberapa solusi untuk memperbaiki hasil pembelajaran. Solusi yang sesuai untuk memperbaiki pembelajaran menulis unsur-unsur intrinsik dalam cerpen yaitu menggunakan metode Jigsaw.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Metode Jigsaw digunakan untuk memperbaiki pembelajaran karena memiliki keunggulan. Keunggulan dalam metode Jigsaw adalah dapat memecahkan masalah yang berasal dari peserta didik sendiri atau guru, saling bertukar pengalaman melalui proses berargumentasi memperoleh pengalaman secara langsung, dan dapat bertukar ide atau pendapat dengan kelompok atau individu. Seperti yang telah dilakukan di kelas IX F SMPN 4 Pemalang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan pembelajaran menggunakan beberapa contoh cerpen dan proses perbaikan, pembelajaran dengan menggunakan metode jigsaw sangat efektif dan efisien. Bagi guru, disarankan agar menerapkan pembelajaran menulis unsur-unsur intrinsik cerpen dengan menggunakan metode Jigsaw sebagai alternatif pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Bagi peserta didik lebih meningkatkan potensi dalam dirinya dan kreativitasnya dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan proses belajar mengajar yang menggunakan metode Jigsaw. (*)