Pati  

Ratusan Tenaga Perpustakaan di Pati dapat Bantuan

SERAHKAN: Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro memberikan secara langsung bantuan untuk tenaga perpustakaan, Kamis (13/10). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati memberikan bantuan kepada para tenaga perpustakaan. Bantuan itu disalurkan kepada ratusan Tenaga Perpustakaan SD N Non K2 atau Non PNS, di Pendapa Pati, Kamis (13/10).

Ketua Baznas Kabupaten Pati, Imam Zarkasi mengatakan, pihaknya sudah sering memberikan bantuan di sektor pendidikan. Sebelumnya bantuan disalurkan untuk penjaga SD, MI, SMP maupun MTs. Kemudian sekarang diberikan untuk petugas perpustakaan.

“Dalam kesempatan ini, Baznas Kabupaten Pati memberikan bantuan kepada 230 tenaga perpustakaan. Setiap orangnya mendapatkan Rp 600 ribu. Jadi total keselurahan sebesar Rp 138 juta. Alhamdulillah mudah-mudahan hasil yang panjenengan raih bisa barokah dan bermanfaat,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pemberian bantuan ini karena tenaga perpustakaan dirasa sudah memberikan sumbangsih kepada siswa-siswi. Karena, dari perpustakaan itulah para murid bisa membaca.

“Dengan cinta membaca, maka anak-anak kita akan berwawasan yang luas dan insyaAllah tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga cerdas spriritualnya. Karena banyak buku di SD itu mendorong untuk berakhlak mulia,” ungkapnya.

Zarkasi menambahkan, bantuan tahun kemarin terkumpul sebanyak Rp 6,5 miliar. Yakni dari hasil pengumpulan dana dari Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS), khususnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro mengatakan, pemberian bantuan ini sebagai bentuk kolaborasi untuk membantu meringankan beban masyarakat. Dengan harapan, kedepannya bisa lebih baik lagi.

“Yang dilakukan ini merupakan langkah sinergi antara Baznas dan Pemkab Pati. Sehingga kedepan bisa ditingkatkan lagi supaya lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu tenaga perpustakaan, Siti Mutmainnah bersyukur telah mendapat bantuan ini. Baginya, pemberian Baznas itu bisa digunakan untuk menambah kebutuhan sehari-harinya. Meskipun begitu, dia berharap supaya bantuan itu tidak hanya satu tahun sekali.

“Ini dapat 600 ribu. Meskipun setahun sekali ini sangat membantu. Nanti untuk belanja untuk kebutuhan rumah. Kalau harapannya ada tambahan kalau bisa setahun bisa tiga kali kayak guru SD,” kata dia. (lut/fat)