Lewat Wirausaha, Tekan Ketahanan Pangan Lokal

PARTISIPASI: Siswa Kelas X SMA N 15 ketika menggelar jajanan mereka. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Melalui kewirausahaan, SMA N 15 Semarang menarapkan karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi siswa kelas X. Hal tersebut merupakan upaya untuk menekan ketahanan pangan lokal pada peserta didik.

Plt Kepala SMA N 15 Rusmiyanto mengatakan, P5 dilaksanakan untuk mengajarkan peserta didik berwirausaha sejak dini. Tak hanya berkaitan dengan materi Kewirausahaan, kegiatan juga mengangkat ketahanan pangan lokal. Harapannya, siswa bisa mengetahui dan melestarikan makanan khas Kota Semarang.

“Yang penting dalam proyek ini adalah internalisasi karakter. Seperti karakter profil Pancasila apa yang di usung. Misalnya tentang kemandirian, kolaboratif, gotong royong,” jelasnya usai membuka kegiatan, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, dengan internalisasi, siswa akan dapat berpikir kritis untuk mengembangkan kewirausahaan dari bahan pangan lokal. Karena semua produk dibuat sendiri, P5 ini juga melatih kerjasama dan kekompakan pada peserta didik.

“Produk yang dijual ini secara proses menjadi penting. Kami melakukan pembekalan dengan modul, kami juga membimbing mereka,” imbuhnya.

Rusmiyanto menerangkan, sejak dini peserta didik harus diajarkan kesadaran dan paradigma tentang kebijakan yang berpihak pada penyelamatan ketahanan pangan. Di samping itu, pihaknya juga berupaya membangun cara berpikir kritis untuk menghargai bahan makanan.

“Untuk mengapresiasi apa yang sudah tersaji. Tapi dibalik itu ada kerja keras tentang kejujuran, keringat, kerja keras, penyelamatan pangan, ekonomi, dan sebagainya,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata dia, siswa juga di berikan edukasi mengenai produk atau bahan-bahan yang mereka gunakan. Misalnya, tanaman gandum yang melalui proses dari tabur benih, menyemai, panen, hingga menjadi bahan untuk siap di olah.

“Ini kolaboratif dalam bidang kewirausahaan, jadi mengajarkan siswa untuk berwirausaha mulai dari pemilihan bahannya,” ujarnya.

Salah satu siswa Chelsea Andro Wenda mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Selain bisa berlatih wirausaha, dengan P5 ini bisa melatih kekompakan antar siswa.

“Senang ya dengan adanya kegiatan ini. Kita bisa tahu apa saja makanan khas Kota Semarang. Karena semua buatan sendiri kita juga tahu cara buatnya. Jadi mau nggak mau harus belajar,” akunya.

Terlihat siswa kelas X membuka stan-stan hasil produk buatan mereka di lapangan sekolah. Makanan yang dijual merupakan makanan khas Kota Semarang seperti lumpia, pisang plenet wingko babat, mie kopyok, tahu bakso dan lainnya. (luk/mg4)