Figur  

Sampaikan Rasa & Keresahan dengan Menulis

Siti Ainun Jariah. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

TERKETUK untuk menyampaikan perasaan dan keresahan dengan cara yang berbeda, Siti Ainun Jariah akhirnya tertarik menggeluti bidang tulis menulis. Padahal sebelumnya, tak pernah terbesit di benaknya untuk berkecimpung di dunia kepenulisan.

“Untuk terjun dan suka bidang menulis, bisa dikatakan benar-benar tekad bulatnya pas awal masuk kuliah,” katanya.

Semasa duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), ia mengaku menulis hanya sekedar penggugur tugas-tugas sekolah yang diberikan gurunya. Menulis bukan menjadi sebuah prioritas dan bukan hal yang disukai saat itu.

“Paling awal-awal itu hanya nulis diary dan tidak ditekuni saat itu,” kata gadis kelahiran 10 Oktober 2000 itu kepada Joglo Jogja.

Namun semenjak lulus dari SMA dan menjadi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, gadis yang kerap disapa Ainun itu mulai tertarik dibidang tersebut. Menulis adalah caranya untuk mengungkapkan rasa dan kegelisahan, tanpa harus berbicara secara langsung.

Karena menurutnya, setiap orang terkadang memiliki tingkat percaya diri atau energi yang berbeda-beda dalam bercerita. Jadi melalui menulis, setidaknya bisa mewakili perasaan dan keresahan diri sendiri, bahkan keresahan orang lain dari bacaan yang disajikan.

Dengan ketekunannya menulis, ia berhasil menerbitkan sebuah karya berbentuk buku. Judul buku yang sudah diterbitkan bertajuk “Rotasi Rasa”. Buku tersebut merupakan kumpulan puisi yang bercerita tentang perihal waktu dan rasa yang dialami penulis maupun orang-orang di sekitar penulis, bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun oleh penulis.

Hal itu bermula saat Ainun sering membuka akun Instagram, dan menuliskan sebuah question beri satu kata, yang kemudian bakal diubahnya menjadi puisi. Dari awal satu kata cerita-cerita orang itu, akhirnya diramu dan dirangkum. Sehingga dikumpulkan menjadi puisi.

“Buku ini merupakan kumpulan puisi dari tahun 2018 sampai terbitnya di tahun 2021,” tutur wanita yang saat ini sedang menekuni pembuatan konten belajar bahasa dan sastra di sosmed itu.

Diceritakan, perjalanan awal menulis hanya karena tertarik dan mengembangkan passion sesuai jurusan. Selain itu, di mata kuliah kampus, menulis sastra sangat nyaman dan tergali sekali kemampuannya, sehingga dalam menulis beberapa karya sastra untuk tugas mendapat respons baik dari teman-teman dan dosennya.

Hal itu memantiknya untuk terus tekun menulis dan meng-upload di media sosial dan status WhatsApp. Selain itu, dia juga sering diminta bantuan temannya untuk menulis. Dari kumpulan tulisan di medsos, akhirnya terkumpul tulisan-tulisan ciamik.

Dalam kurun waktu sebulan, ia mulai mengedit dan menyatukan karya untuk menjadi sebuah cerita. Sehingga tersusun buku berjudul “Rotasi Rasa”. Dan akhirnya pada tanggal 26 Maret 2021 ia menerbitkan buku itu.

Menulis baginya adalah nyawa hidup. Jadi dia memutuskan untuk tidak berhenti menulis. Baik karya sastra maupun jurnal dan tulisan-tulisan lain. Selain itu, ia juga yakin menulis merupakan ranah pekerjaannya kelak.

Ia juga tidak akan pernah berhenti menulis karena menulis membuatnya abadi. Selain itu, juga membuatnya dikenal banyak orang, bisa membuatnya menyatakan perasaan maupun keresahannya dan mewakili perasaan maupun keresahan orang-orang yang mungkin sulit untuk menceritakan rasa yang mereka punya. (cr5/abd)