Kemenag Ajak UIN Walisongo Ramaikan Dakwah Dunia Maya

FOTO BERSAMA: Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo bersama rektor dan civitas akademik UIN Walisongo usai melaksanakan ToT Penguatan Moderasi Beragama di Balai Diklat Keagamaan Semarang, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo mengajak para pejabat UIN Walisongo Semarang menarasikan moderasi beragama di dunia maya. Yakni melalui tulisan atau video yang memperlihatkan narasi Islam damai dan menyejukan umat beragama.

“Sentimen yang paling mudah diaduk-aduk itu menggunakan isu-isu agama. Di sinilah peran bapak dan ibu melakukan kontra narasi untuk menarasikan agama yang positif dan menyejukkan umat beragama,” kata Wibowo di hadapan peserta Training of Trainer (ToT) Penguatan Moderasi Beragama Bagi Pimpinan UIN Walisongo, di Balai Diklat Keagamaan Semarang, belum lama ini.

Baca juga:  Hendi dan Rukma Daftar Cagub melalui PDIP

Pada era sekarang, lanjut Wibowo, dakwah secara langsung dalam majelis itu penting dilakukan. Mulai di lingkungan yang levelnya paling bawah seperti lingkungan sekitar rumah atau RT.

Akan tetapi, dakwah melalui dunia maya itu pada sekarang ini jauh lebih penting. Terlebih, pelintiran agama dan politik membuat masyarakat seolah-olah tidak memperhatikan rakyat. Rakyat berhasil diaduk-aduk emosinya dengan narasi yang mem-framing Islampobia di dunia maya.

“Saya berharap, bapak dan ibu peserta ToT ini terus melanjutkan dakwah secara langsung. Hal itu penting dilakukan. Akan tetapi dakwah melalui dunia maya jauh lebih penting. Untuk memberikan pemahaman kepada publik apa itu moderasi beragama dan manfaatnya apa bagi bangsa Indonesia yang beragam seperti ini,” jelasnya.

Baca juga:  2.100 Bibit Mangrove dan Cemara Ditanam di Pantai Mangunharjo Semarang, Rayakan Hari Lingkungan Hidup!

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk komitmen aparatur sipil negara untuk menyebarluaskan cara pandang moderasi beragama. Terlebih Kementerian Agama RI menjadi pioneer pemahaman tersebut.

“Ini tidak hanya tugas negara. Tapi harus menjadi ghirah dan kekuatan kita untuk menjadi agen moderasi beragama,” ujar Imam saat memberikan sambutan.

Ia mengapresiasi keseriusan dan kesungguhan para peserta yang telah mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Dalam sambutannya, Imam mengucapkan terima kasih kepada Pusdiklat Tenaga Administrasi Kementerian Agama RI, Balai Diklat Keagamaan Semarang, para narasumber, para fasilitator, dan panitia yang telah mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini.

Baca juga:  PPDB Semarang 2024 Dibuka, Pemkot Luncurkan Program Gerbang Harapan untuk Siswa Tidak Mampu

“Suasana pelatihan sejatinya ya di sini, di Balai Diklat ini. Maka saya sampaikan terima kasih kepada Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang, Muchammad Toha. Dan juga terima kasih kepada para narasumber, para fasilitator, dan panitia yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik,” ucapnya. (hms/mg4)