PATI, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati angkat bicara soal puluhan anak yang mengalami gangguan jiwa karena kecanduan gadget. Hal tersebut dinilai karena kurangnya pengawasan dari orang terdekat.
Kepala DKK Pati Aviani Tritanti Venusia mengungkapkan, anak yang mengalami gangguan jiwa karena gadget ini perlu dikontrol. Tidak hanya dari orang tua saja, tapi juga orang-orang terdekat. Menurutnya, aktivitas penggunaan gadget pada anak memang sulit dikontrol. Akibatnya penggunaan gadget dapat berlebihan. Hal ini yang menyebabkan pencegahannya sulit diterapkan.
“Saya hanya bisa mengimbau agar masing-masing orang tua memperhatikan kondisi anaknya. Apalagi anak yang masih dibawah umur,” ucap dia.
Pihaknya menekankan betul pengawasan penggunaan gadget pada anak. Sebab konten-konten berbau pornografi saat ini tengah merajalela. “Setidaknya mengawasilah. Terlebih pembatasan konten seperti pornografi sekarang tidak bisa,” imbuhnya.
Selain itu, Aviani juga belum dapat memastikan terkait jumlah anak yang mengalami gangguan jiwa di Pati karena gadget. Sebab, 30 anak dinyatakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) oleh Sentra Margo Laras Pati itu belum tentu dari Pati.
“Ini juga perlu disampaikan detail nantinya oleh Margo Laras. Karena Margo Laras dibawah Kemensos, jadi cakupannya bukan hanya Pati saja. Apakah ketiga puluh anak tersebut terdapat anak Pati atau justru orang luar wilayah di Pati,” sebutnya. (lut/fat)










