DP3APPKB Bantul Terus Upayakan Penurunan Stunting

Kepala DP3APPKB Bantul Ninik Istitarini. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul terus melakukan upaya penurunan stunting. Hal ini dilakukan untuk menekan stunting di Bantul yang tahun 2021 ada 3.996 balita menjadi 3.001 Balita pada tahun 2022.

Kepala DP3APPKB Bantul Ninik Istitarini mengatakan, angka stunting pada 2021 mencapai 8,36 persen. Sedangkan untuk 2022, angka stunting mencapai 6,42 persen. “Untuk data yang dilakukan dengan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) dan untuk yang kita ukur ada 45.000 balita. Untuk EPPGMB ini bisa melihat by name by address pada setiap bayi,” ungkap Ninik.

Baca juga:  Dikpora DIY Larang Keras Perpeloncoan saat MPLS

Adapun upaya yang dilakukan untuk mencegah stunting sedini mungkin mulai remaja SMP dan SMA, yakni dengan diberikan tablet tambah darah. Kemudian pada saat calon pengantin tiga bulan sebelum menikah, ada aplikasi yang harus diunduh dan harus mendaftarkan melalui Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil).

“Aplikasi Esemil berisi data bagi calon pengantin dengan fokus status kesehatannya. Jadi dengan Esemil ini, akan terlihat tinggi badan, berat badan, lingkar lengan. Jika ada ibu dengan kondisi yang tidak baik, maka kita segera lakukan intervensi tercapai pada mereka,” tuturnya.

Baca juga:  Libur Sekolah Diprediksi Tingkatkan Volume Sampah di Yogyakarta

Selain itu, ada juga Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang memantau mulai dari ibu hamil dan pascamelahirkan. Dengan pendampingan serta mengunjungi, mencatat, dan melaporkan ke posyandu dan puskesmas. Terdapat 406 tim, dengan satu tim berisi 3 orang. Sehingga total ada 1.200 kader TPK.

”Kami berharap, dengan diberikannya intervensi secara terus menerus, nantinya tidak ada lagi kasus stunting baru di Bantul. Dan untuk tahun 2023, kita berharap minimal bisa menyamai penurunan stunting di tahun lalu,” imbuhnya. (cr4/abd)