Cegah Kehamilan dengan KB MKJP

Kepala DP3APPKB Bantul Ninik Istitarini. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul terus mengupayakan untuk penggunaan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP). Hal ini dilakukan untuk pencegahan risiko kehamilan di masa tua.

Kepala DP3APPKB Bantul Ninik Istitarini mengatakan, dalam pemasangan KB MKJP ini, ia bekerja sama dengan 79 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dengan pemasangan secara gratis. Sedangkan untuk yang belum kerja sama, hanya membayar alat yang akan dipasang. Nantinya, paska persalinan akan dijamin untuk pemasangan KB yang sesuai dengan kepemilikan penjaminannya.

Baca juga:  9 Rumah Makan di Sleman Didapati Gunakan Gas Subsidi

“Ini adalah upaya pemerintah supaya masyarakat berminat menggunakan KB MKJP” ungkapnya saat di wawancarai di kantor DP3APPKB, Selasa (21/2/23).

Ia menambahkan, dalam KB MKJP sendiri terdapat beberapa jenis kontrasepsi, mulai dari Intrauterine Device (IUD), Metode Operasi Wanita (MOW), Metode Operasi Pria (MOP), dan Implan. Disebutkan bahwa penggunaan KB MKJP sendiri tidak akan mempengaruhi homonal dalam tubuh.

“Untuk penggunaan KB MKJP, kita sarankan kepada para orang tua yang mempunyai dua anak. Terutama yang memiliki risiko seperti usianya lebih dari 35 tahun dan memiliki penyakit berisiko,” imbuhnya.

Baca juga:  Infrastruktur Padat Karya Jadi Aset Kalurahan

Sampai saat ini, masyarakat yang sadar untuk menggunakan KB MKJP sebanyak 65 persen dari pengguna KB di Kabupaten Bantul. Dengan persentase yang cukup besar ini, pihaknya berencana akan terus meningkatkan jumlah tersebut.

“Kami akan mendorong lagi supaya masyarakat yang masih hormonal, dan sudah memiliki dua anak serta keluarga miskin agar memakai KB MKJP. Supaya nantinya tidak terbebani saat punya anak lagi,” tuturnya. (cr4/abd)