KUDUS, Joglo Jateng – Kasus leptospirosis selama ini telah banyak terpapar ke manusia, dan merenggut cukup banyak nyawa. Di Jawa Tengah sendiri, selama Januari hingga Februari 2023 ini, leptospirosis telah merenggut 18 nyawa. Sedangkan di Kabupaten Kudus sendiri hingga Rabu (8/3) belum ada temuan kasus.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui urin atau darah hewan yang terinfeksi. Penyakit ini akan lebih mudah penyebarannya di lingkungan atau tempat tinggal yang tidak bersih.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Andini Aridewi menyampaikan, sampai saat ini Kabupaten Kudus belum ada temuan kasus leptospirosis. Dan kedepannya pun diupayakan untuk jangan sampai kasus tersebut terjadi. Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan, utamanya melalui sosialisasi.
“Sampai saat ini Alhamdulillah belum ada kasus. Dan diharapkan kedepannya jangan sampai ada kasus,” terangnya.
Untuk upaya mencegah adanya kasus leptospirosis, DKK Kudus terus mensosialisasikan terkait kewaspadaan gejala dan penanganan leptospirosis. Tak hanya itu, pemberian edukasi terkait pencegahan juga dilakukan, utamanya dengan menerapkan prinsip Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Sosialisasi dan edaran ke fasilitas kesehatan terus kami lakukan dan akan terus berjalan. Ini menjadi langkah pencegahan kami terkait kasus leptospirosis,” tegasnya.
Ia menyampaikan, PHBS dapat diterapkan diantaranya melalui, mencuci tangan pakai sabun, menjaga lingkungan tetap bersih, memakai sarung tangan ketika membersihkan lingkungan, merebus air minum, dan lain sebagainya. (mey/fat)










