Kerukunan Antar Umat Beragama Wujudkan Sleman Rumah Bersama

Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta. (ANDREAN ADI FIDIANSYAH/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Toleransi dalam beragama merupakan kunci untuk mencapai harmonisnya hubungan masyarakat beragama di Indonesia yang sangat beragam ini. Oleh sebab itu toleransi antar umat beragama harus dimiliki masyarakat Sleman untuk mewujudkan Sleman Rumah Bersama.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta mengatakan, Yogyakarta itu sebagai kota pelajar, sehingga banyak universitas di Bumi Sembada ini. Karena itu, di sini banyak berkumpul masyarakat dari berbagai suku, ras, agama, dan budaya.

“Jadi itu semua yang dimaksud dengan Sleman Rumah Bersama. Suku agama ras semua ada di Sleman. Sekali lagi, itu merupakan bentuk kebersamaan warga Kabupaten Sleman,” terangnya kepada Joglo Jogja, Jumat (12/5).

Ia menambahkan, hal itu yang harus dipikirkan bagaimana bisa mengayomi para pendatang khususnya mahasiswa yang ada di Sleman, dengan berbagai macam warna (Ras & Budaya, Red). Secara tidak langsung Sleman saat ini menjadi Miniatur Indonesia.

Upaya menjaga toleransi antar masyarakat terus dilakukan. Selama ini pemerintah kabupaten (pemkab) melalui Badan Kesbangpol sudah ada wawasan kebangsaan yang di dalamnya ada pendidikan karakter.

“Intinya adalah terwujudnya Sleman rumah bersama bisa menyejukkan semua pihak dari semua kalangan,” tuturnya.

Prosesi Tawur Agung Kesanga Umat Hindu di Kompleks Candi Prambanan Sleman
KHIDMAT: Prosesi Tawur Agung Kesanga Umat Hindu di Kompleks Candi Prambanan Sleman, beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, masyarakat diminta harus terus berpedoman pada Pancasila dan Undang Undang Dasar (UUD). Menurutnya, ideologi Pancasila harus digemborkan secara masif guna alat pemersatu bangsa.

“Untuk menjaga kerukunan beragama, kita semua perlu saling menghargai dan menghormati. Ini sudah ditunjukkan Kabupaten Sleman di berbagai Hari Raya Keagamaan. Pemkab memiliki rutinitas tiap tahun di perayaan hari raya, semua hari raya diperlakukan sama,” paparnya.

Haris berharap, Kabupaten Sleman di usia ke 107 ini, harus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. “Semua stakeholder di Kabupaten Sleman, termasuk DPRD selaku representasi dari wakil rakyat, juga harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu mengacu pada visi dan misi bupati,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, bahwa kehidupan kerukunan umat beragama di Sleman terjaga dengan baik. Kondisi tersebut sesuai dengan tema Hari Jadi Sleman ke 107, yaitu ‘Nyawiji Lan Murakabi Sesarengan Mbangun Sleman’.

Tema itu memiliki arti menyatunya berbagai perbedaan, untuk menuju tujuan kebermanfaatan bersama dalam upaya membangun Sleman. “Peringatan Hari Jadi Sleman menjadi momen untuk menanamkan semangat kebersamaan, persatuan dan toleransi di Kabupaten Sleman,” terang Kustini.

Lanjutnya, Pemkab Sleman terus berupaya untuk mewujudkan Sleman Rumah Bersama. Hal itu akan maksimal dengan peran serta dan dukungan dari masyarakat Sleman. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memupuk sikap saling menghormati dan menghargai segala perbedaan baik agama, suku maupun budaya,” tuturnya.

Sementara itu, dalam kegiatan di Vihara Karangjati, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan, salah satu visi misi Sleman yakni menjadi rumah bersama. Oleh sebab itu, melalui doa, seluruh elemen masyarakat dapat turut aktif dan berperan serta dalam mewujudkan Sleman Rumah Bersama.

“Saya mengajak seluruh warga Sleman, apapun agama, suku, dan golongannya, marilah bergandengan tangan membangun Sleman. Agar menjadi Sleman yang lebih makmur, serta selalu menjaga kerukunan hidup beragama dan menjaga keharmonisan,” pungkasnya. (cr5/all)