DP3APPKB Bantul Kampanyekan Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual

ILUSTRASI: Siswa SD saat mengakses internet. (ANTARA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul mengampanyekan kegiatan perlindungan anak dari kekerasan dan ekploitasi seksual secara online. Sebab, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga Eksploitasi Seksual Anak (ECPAT) Indonesia, sepanjang tahun 2022 lalu, 287 dari 1203 anak telah mendapatkan pengalaman buruk dalam berinternet.

“Temuan kerentanan anak dari eksploitasi seksual berbasis online ini dapat berupa pengiriman tautan konten pornografi dan pesan teks yang tidak senonoh. Gambar atau video berbau pornografi, unggahan hal-hal buruk tentang korban tanpa sepengetahuannya. Sampai pada ajakan live streaming atau membicarakan hal-hal tidak senonoh berbau pornografi,” kata Kepala DP3APPKB Bantul, Ninik Istitarini, Senin (29/5/23).

Baca juga:  Pemkot Yogyakarta Gelar Penguatan Operasi Penegakan Perda

Ia menambahkan, permasalahan semacam ini cukup dapat mengungkap potret tantangan hidup dalam pergaulan anak-anak di era revolusi industri 4.0. Lantaran, perkembangan teknologi digital nyatanya membawa ancaman laten bagi para generasa bangsa.

Ninik menambahkan, dalam isu kekerasan dan eksploitasi seksual secara online pada anak, orang tua harus memiliki kesadaran dan pemahaman untuk mulai melakukan upaya preventif untuk mencegahnya. Yakni dengan mengenali tanda-tanda bahaya, hingga tindakan yang harus diambil ketika hal tersebut terjadi.

“Kekerasan dan eksploitasi seksual online adalah permasalahan serius yang harus dihadapi oleh anak anak kita. Para predator ini bersembunyi dibalik layar untuk mengeksploitasi dan memperdaya. Oleh karenanya menciptakan kesadaran, memberikan pendidikan yang tepat serta menciptakan kebijakan yang efektif adalah upaya bersama yang dapat dilakukan,” ungkapnya. (cr4/mg4)