Cetak Generasi Paham Lalu Lintas Lewat Polisi Cilik

MI Matholi'ul Huda Troso
CIAMIK: Salah satu penampilan dari MI Matholi'ul Huda Troso, melakukan atraksi di Gedung Wanita Jl. HOS. Cokroaminoto, Selasa (20/6/23). (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Jelang Hari Bhayangkara ke-77, pada 1 Juli mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Jepara gelar Polisi Cilik (Pocil). Tujuan agenda ini adalah untuk mencetak generasi paham lalu lintas.

Agenda yang diikuti 17 peserta dari berbagai kecamatan di Jepara, dipenuhi ratusan penonton di Gedung Wanita Jl. HOS. Cokroaminoto. Polisi cilik menampilkan seni baris berbaris juga koreonya.

“Ya, ini diikuti oleh siswa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) perwakilan per kecamatan di Jepara. Yang Pecangaan perwakilannya dua,” papar Pemimpin Pocil, Iptu Sarmo, Selasa (20/6/23).

Terselenggaranya Pocil, tidak lain dikomandoi oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Jepara, AKP Ade Triken Deayomi. Pada kesempatan itu, yang diwakilkan Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaur Bin Ops) Polres Jepara, Iptu Sarmo.

Alasan diadakannya Pocil, selain peringati Hari Bhayangkara juga sebagai bentuk pendidikan lalu lintas di usia dini. Sehingga, di hari peserta Pocil ketika dewasa dapat berkendara secara ideal, sebagaimana diatur dalam peraturan lalu lintas.

“Anak kecil itu ingatannya kuat, jadi ke depannya bisa tahu tugas polisi dan bisa membantu kita senua. Mudah-mudahan ketika berkendara dapat tertib lalu lintas sejak dini,” terangnya.

Sementara itu, pelatih MI Matholi’ul Huda Troso Pecangaan, Muhammad Abdul Wahid mengaku optimis menang. Sebab tahun lalu menyabet juara dua Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng).

“Ada 31 orang, 1 komandan peleton dan 30 peserta. Melihat dari kerapian baris-berbaris, animo penonton, bahkan tepuk tangan yang diberikan, kami yakin lanjut di Polda kembali,” ujar Wahid.

Meski begitu, dalam proses latihan, pihaknya sempat menemui aral melintang. Sebab sejumlah wali pocil mengaku anak-anak ketinggalan pelajaran, bahkan jelang lomba ada yang sakit parah.

“Berangkat dari hal tersebut, kami bersiap dengan tim cadangan atau pengganti. Jadi latihan dua minggu, dengan kriteria pernah ikut seleksi namun kalah di fisik dan prestasi. Tidak masalah, hari ini kami tampil maksimal,” pungkasnya. (cr2/fat)