Jelang Iduladha, Harga Sembako di Rembang Stabil

Kepala Bidang Perdagangan DindagkopUKM Kabupaten Rembang, Tri Handayani
Kepala Bidang Perdagangan DindagkopUKM Kabupaten Rembang, Tri Handayani. (EQTAFA BERRASUL MUHAMMAD/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Jelang hari raya Iduladha 1444 H, Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan bahwa pasokan sembako memadai. Selain itu harga di pasaran juga terbilang stabil.

Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DindagkopUKM) Kabupaten Rembang melalui Kepala Bidang Perdagangan Tri Handayani menyampaikan, pasokan sembako hingga 21 Juni aman. Tidak ada keluhan.

“Sampai sekarang enggak ada keluhan, pasokan aman semua. Setiap minggu tepatnya di setiap Jumat kita laporan stok ke Dinas Provinsi Jawa Tengah. Jadi stok aman sampai Jumat kemarin,” ujarnya.

Selain pasokan sembako yang aman, harga sembako di Kabupaten Rembang juga masuk dalam kategori stabil. Hal tersebut dapat dilihat dari tidak adanya peningkatan atau penurunan harga yang signifikan dalam 3 hari terakhir.

“Minggu sebelumnya malah cenderung turun, cuma cabe rawit mulai naik sehari, mulai 16 Juni. Sembako lainnya cenderung turun dan stabil,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sepanjang Juni yang mengalami kenaikan hanya bawang putih, bawang merah, cabe rawit, dan daging ayam. Sedangkan beras premium masih di harga Rp12 ribu.

“Sepanjang Juni InsyaaAllah aman, beras medium di angka Rp 10 ribu, kemudian tadi yang naik itu masih di batas wajar. Daging ayam masih di kisaran Rp 36 ribu, kemudian bawang putih Rp 35 ribu, dan bawang merah sekitar Rp 40 ribu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ketersediaan pasokan dan harga sembako di Rembang itu dipengaruhi oleh permintaan atau tingkat kebutuhan masyarakat. Terkadang stok aman tapi permintaan tiba-tiba naik. Hal itu yang menyebabkan harga cepat meningkat.

Tri Handayani berpesan kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk mempercayakan ketersediaan stok sembako kepada pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan harga dapat tetap stabil.

“Saya berpesan untuk masyarakat, buat ibu-ibu rumah tangga mohon tidak nyetok. Tetap optimis bahwa pemerintah itu menjaga dan menjamin ketersediaan pangan dan menjamin bahwa harga stabil,” pungkasnya. (cr13/fat)