BPSDMD Jateng Siapkan Pemangku Wilayah Hadapi El Nino

Sekretaris BPSDMD Jateng Andi Suryanto
PAPARAN: Sekretaris BPSDMD Jateng Andi Suryanto mewakili Kepala BPSDM saat memberikan sambutan dalam seminar hybrid untuk menghadapi El Nino di Jateng, Rabu (12/7). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah menggelar seminar hybrid untuk menghadapi El Nino di Jateng. Kegiatan bertajuk “Kewaspadaan terhadap El Nino dan Perubahan Iklim di Wilayah Jawa Tengah” ini dikuti oleh sebanyak 275 orang dari berbagai instansi di Jateng.

Mewakili Kepala BPSDMD Jateng, Sekretaris Badan, Andi Suryanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya dari BPSDMD Jateng untuk hadir pada isu-isu permasalahan organisasi yang dihadapi oleh pemerintah daerah saat ini. Ini bukan kegiatan pertama bagi BPSDMD Jateng, karena sebelumnya pihaknya juga melakukan seminar serupa ketika ada isu penyakit mulut dan kuku (PMK) dan banjir rob yang terjadi di beberapa wilayah Jateng.

“BPSDMD Jateng tidak hanya melakukan pelatihan-pelatihan yang sifatnya reguler, namun juga pelatihan yang sifatnya menjadi mandatory aparatur sipil negara (ASN) tapi hari ini BPSDMD mencoba masuk ke area kekinian, isu-isu permasalahan organisasi yang dihadapi oleh pemerintah daerah hari ini kita garap. Bagaimana pemangku kepentingan harus diberi wawasan dan skill seperti apa termasuk sifat perilaku apa yang harus kita bekali,” ungkapnya, Rabu (12/7/2023).

Baca juga:  Unwahas Gelar Ajang Pemilihan Putra Putri Kampus

Andi menambahkan, pada kesempatan ini pihaknya akan mencoba mendesain satu pengembangan kompetensi dari hasil brainstorming yang dilakukan pada seminar ini. Khususnya bersama dengan kawan-kawan fakultas pertanian dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan juga teman-teman BMKG, sekaligus Dinas Ketahanan Pangan yang menjadi narasumber.

“Tentu kita berharap di pengembangan kompetensi melalui webinar series ini, kita akan mendapat inside berkaitan dengan situasi saat ini melalui para narasumber yang hadir,” ucapnya.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini pemangku kepentingan lebih aware dengan situasinya dan mampu untuk meneruskan kebijakan-kebijakan sampai tataran di wilayahnya. Serta memberikan referensi pengetahuan dan referensi rencana tindakan yang akan dilakukan.

Baca juga:  LAZiS Jateng Sasar 25 Ribu Penerima Manfaat di Hari Raya Iduladha

“Memberikan referensi knowledge dan referensi rencana tindakan yang nanti bisa dilakukan, termasuk sikap apa yang harus kita lakukan, apakah harus kita apatis, apakah kita harus empati dan memunculkan kepedulian, kalau kepedulian harus langka apa yang kita lakukan,” harapnya.

Turut hadir mewakili Gubernur Jateng, Asisten Adminitrasi Setda Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo mengapresiasi adanya kegiatan ini. Ia pun mengaku bahwa tema yang diangkat sangat sesuai dan menohok karena membahas tentang perubahan iklim yang terjadi saat ini.

“Karena itu untuk mengantisipasi datangnya El Nino ini dan dampak lanjutannya maka kita perlu melakukan langkah-langkah strategis, terutama pada sektor-sektor yang sangat terdampak seperti pertanian terutama tanaman pangan semusim yang sangat mengandalkan air,” katanya.

Baca juga:  Klarifikasi PHK, PT Sei Apparel Masih Beroperasi

Situasi saat ini perlu diantisipasi agar tidak berdampak pada gagal panen yang berakibat pada krisis pangan. Mengacu pada UU 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara. Menurutnya, kondisi kekurangan pangan yang mengancam bisa dimasukkan dalam potensi nonmiliter.

“Perubahan iklim sangat memiliki berbagai dampak. Khususnya pada ketahanan pangan yang menjadi kunci untuk menjaga stabilitas negara. Untuk itu kita perlu bersama-sama menjaga hal tersebut,” tandasnya. (luk/gih)