359 Petani Terima Bantuan Pompa Air Bahan Bakar Gas

SALURKAN: Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto (kiri) saat menyerahkan bantuan pompa air berbahan bakar gas kepada petani secara simbolis, awal pekan ini. (DISKOMINFO REMBANG/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Sebanyak 359 petani di Kabupaten Rembang mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa paket pompa air berbahan bakar gas. Penyerahan secara simbolis kepada petani berlangsung aula Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Senin (9/10).

Bantuan alsintan berupa mesin pompa air berbahan bakar gas merupakan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Hal ini digulirkan oleh pemerintah sebagai upaya efisiensi penggunaan BBM.

Sedangkan 7 kriteria petani yang mendapat bantuan pompa air BBG tersebut diantaranya memiliki luas lahan kurang dari 0,5 hektar. Selanjutnya memiliki identitas petani, belum pernah menerima bantuan sejenis dan masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT).

Baca juga:  Polres Rembang Antisipasi Ketat Para Pelaku Judi Online

Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto menjelaskan, bantuan mesin pompa air berbahan gas diharapkan dapat membantu petani dalam melaksanakan kegiatan pertanian. Sehingga tidak bergantung pada ketersediaan BBM. Apalagi bahan bakar gas lebih irit dibanding bahan bakar minyak.

“Biasanya pompa bensin pakai pertalite atau berbahan bakar lain. Ini konversi BBM ke BBG yang merupakan program pemerintah. Semoga alat ini bisa dipergunakan semaksimal mungkin sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Informasinya bahan bakar gas ini lebih irit daripada minyak atau BBM,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkab Rembang Canangkan Bulan Dana PMI 2024 dengan Target Rp 750 Juta

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Rembang, Mardi  membenarkan bahan bakar gas lebih irit. Karena satu tabung gas berukuran 3 kilogram bisa dipakai selama 7 jam. Selain itu juga lebih ramah lingkungan karena tidak ada polusi yang ditimbulkan.

“Ini inovasi yang memberikan keuntungan efisiensi, pencemaran kita juga semakin menurun karena polusi udara bisa lebih ditekan. Mungkin suatu saat tidak hanya pompa air, alat-alat yang lain bisa dikonversi ke bahan bakar gas,” terangnya.

Selain memberikan bantuan pompa air gratis, Pertamina yang hadir dalam kesempatan itu juga diminta untuk menjamin ketersediaan gas LPG. Pasalnya ketersediaan gas LPG bersubsidi seringkali terjadi kelangkaan dan melambung harganya. (hms/fat)