DENGAN usaha maksimal, Visti Intrestiani membangun usaha peyek paris turun-temurun dari ibu mertua. Dari usaha ini dirinya mampu mendapatkan penghargaan Sidadhakarya Produktivitas UMKM 2022 dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya keluarga, ia mampu menggerakkan perekonomian lingkungan di sekitarnya.
Usaha dengan nama Peyek Paris Bu Visti, bisa terus bertahan hingga saat ini karena tidak pernah mengganti resep asli dari sang ibu mertuanya. Bahkan dirinya tidak pernah menutup-nutupi resep tersebut dari banyak orang. Sebab, Visti menganggap semua orang bisa membuat, tetapi rezeki yang diterima berbeda-beda.
Dari modal tepung beras sekilo, kacang hijau dan minyak saat awal usaha, Visti mampu menjadi salah satu UMKM yang menerima penghargaan bergensi itu. Hal tersebut bisa ia capai setelah mengikuti banyak pelatihan di antara pelatihan pengemasan, management keuangan, leveling UMKM, hingga pemasaran yang digalakkan oleh Diskoperindag Pemalang.
“Saya selalu menggunakan tepung beras yang digiling sendiri dari beras asli, dan resep bumbu rempahnya pun tidak pernah berubah. Alhamdulillah dari dukungan suami sampai lima tahun belakang ikut pelatihan dari Diskoperindag Pemalang, hingga bisa besar seperti sekarang,” ujarnya, Selasa (10/10/23).
Untuk omset, Visti menuturkan, dirinya tidak dapat mematok dengan pasti berapa besaran yang didapatkan. Namun dari usahanya itu, ia mampu memberdayakan masyarakat sekitar dengan menampung delapan pekerja ibu-ibu di lingkungannya untuk membantu memproduksi peyek paris buatannya.
“Dari penghargaan kemarin alhamdulillah, peyek saya bisa menjadi salah satu yang dikenal oleh masyarakat di Jawa Tengah bahkan termasuk oleh-oleh populer di Pemalang. Total ada sembilan varian rasa dari original, peyek sayur, teri hingga rasa pedas. Harganya pun terjangkau paling murah di Rp 15.000 hingga Rp 50.000 tergantung ukuran dan varian rasa,” bebernya. (fan/gih)










