BERADA di era modern seperti saat ini, tantangan dan persaingan berskala global semakin berat. Untuk itu, kemampuan berbahasa khususnya Bahasa Inggris sangatlah penting sebagai bekal untuk ikut serta dalam persaingan global.
Bahasa Inggris menjadi bahasa pemersatu berbagai bangsa karena telah digunakan di berbagai negara. Bahkan, bahasa Inggris aktif digunakan oleh lebih dari 1,75 milliar orang di dunia baik itu untuk bahasa sehari-hari maupun untuk kebutuhan bisnis dan akademik.
Hal membanggakan tentu juga diperoleh Alexa Okta Florenza. Melalui kepiawaiannya dalam berbahasa inggris, ia mampu membabat habis lawan-lawannya dalam kontes story telling dalam perhelatan Festival Edukasi Sekolah Angkasa (FESA) beberapa waktu lalu.
Siswi SMP Angkasa Adisutjipto Yogyakartaa itu, meraih juara pertama dan mampu mengalahkan rivalnya dalam pertandingan Story telling itu. Story telling sendiri merupakan kegiatan atau aktivitas untuk menyampaikan sebuah cerita dengan menggunakan Bahasa Inggris.
“Waktu itu, saya membawakan cerita yang berjudul Little Red Riding Hood. Uniknya, saat membawakan cerita, saya harus menyesuaikan dengan karakter tokoh yang ada dalam cerita,” terangnya kepada Joglo Jogja, Jumat (3/11).
Berbekal kemampuan, rasa percaya diri, dan keberaniannya untuk tampil di depan umum, Alexa sukses dalam memerankan setiap karakter tokoh yang ada. Ia menceritakan, Lomba Story Telling yang ia ikuti, terdiri dari dua babak yaitu Elimination Round and Final Round.
Elimination round adalah tahap pertama yang diikuti oleh seluruh peserta Lomba Story Telling. Pada tahap ini, peserta membuat video dalam waktu 5-10 menit untuk mempertunjukkan cerita yang telah dipilih. Setelah itu video diupload dalam drive masing-masing sekolah serta mengirimkan link drive video tersebut kepada Panitia.
“Pada tahap ini terpilihlah enam orang peserta untuk masuk ke Final Round. Dan senang sekali bisa lolos saat itu,” kata dia.
Sementara itu, Final round adalah tahap akhir yang harus ia ikuti. Alexa menjadi salah satu dari sekian banyak peserta yang lolos ke tahap final round.
“Pada saat itu, hanya diberikan waktu maksimal 10 menit untuk mempertunjukkan cerita. Dan deg-degan sekali saat mendapatkan giliran yang pertama dalam tahap ini,” ungkapnya.
Meski awalnya merasa grogi, Alexa mengaku tetap membawakan cerita dengan percaya diri dan tidak malu-malu. Berkat kesungguhan dan kerja keras Alexa serta bimbingan dari guru, Alexa berhasil mendapatkan juara pertama dalam lomba itu.
Pasalnya, Alexa berhasil mengalahkan puluhan peserta lain yang berasal dari SMP/MTS Sekolah Angkasa di Seluruh Indonesia. Ia berharap, kedepan dapat terus mengasah dan mengembangkan apa yang dia senangi. “Sehingga kedepannya akan berbuah dengan prestasi-peestasi,” tutupnya. (bam/all)










