Permohonan Paspor Meningkat Jelang Akhir Tahun

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Sri Wulan Sari.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Sri Wulan Sari. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Sri Wulan Sari menyampaikan bahwa permohonan pembuatan paspor sudah mulai meningkat sejak awal Oktober 2023. Tujuan terbanyak untuk liburan natal dan tahun baru serta haji dan umrah.

“Tujuan paling banyak saat ini liburan akhir tahun. Trennya ke Singapura, Jepang, Eropa,” ujarnya, belum lama ini.

Wulan menyebut, selain tiga daerah itu, tujuan permohonan pembuatan paspor juga banyak dengan untuk umrah dan haji. Untuk haji sudah mulai sejak awal Oktober lalu.

Terlebih saat ini pengajuan paspor haji semakin mudah karena tidak perlu melalui rekomendasi Kementerian Agama. Sehingga pemohon bisa langsung secara mandiri dengan menunjukkan setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

“Demi memberikan layanan pada masyarakat kita menambah extra kuota. Dalam sehari kami membuka 250 kuota, jika memungkinkan kami membuka 25-50 kuota,” tambahnya.

Selain itu, untuk melayani pemohon pihaknya melakukan pelayanan ke daerah melalui program Eazy Paspor. Dikatakan Wulan, layanan jemput bola pembuatan paspor kolektif di daerah ini atas pengajuan dari Kemenag setempat. Di sisi lain layanan juga diberikan lantaran mayoritas jamaah haji lanjut usia.

“Selama ini sudah hampir ke semua kabupaten wilayah Imigrasi Semarang. Dalam waktu dekat ke Demak, di akhir bulan selama sepuluh hari. Dalam pelayanan ini yang bisa diakomodir 100 orang, idealnya 50 orang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wulan menilai membludaknya permintaan paspor di Imigrasi Semarang karena permohonan e-paspor. Di mana masyarakat belum banyak yang mengetahui jika di seluruh kantor imigrasi di wilayah Jawa Tengah kini sudah memiliki layanan e-paspor. Berbeda dengan sebelumnya hanya tersedia di Imigrasi Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

“Masyarakat masih beranggapan yang memiliki e-paspor di Semarang, Solo, dan Yogjakarta. Padahal semua kanim sekarang sudah bisa menerbitkan e-paspor,” tambahnya.

Sebagai informasi, hingga Oktober 2023 ini, tercatat Imigrasi Semarang telah menerbitkan 50.630 paspor biasa, dan sebanyak 11.552 paspor elektronik. (luk/gih)