DKUKMPP Bantul Sediakan 40 Ton Bahan Pokok di Pasar Murah

ANTRE: Sejumlah warga Kapanewon Imogiri sedang mengantre untuk berbelanja bapok di pasar murah Alun-alun Imogiri, Kamis (7/12/23). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul membuka pasar murah di Alun-alun Imogiri, Kamis (7/12/23). Dengan jumlah yang disediakan, ada sebanyak 40 ton bahan pokok bagi masyarakat.

Kepala DKUKMPP Bantul Agus Sulistiyana menyampaikan, pasar murah ini bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Yakni dengan memberikan subsidi berupa ongkos kirim terhadap bahan pokok yang disediakan.

“Jumlahnya ada sekitar 40 ton bahan pokok disediakan, di antaranya beras, minyak sayur, telur, gula, bawang, cabai dan tepung. Sekaligus ada beberapa distributor yang terlibat, seperti Bulog, PT. Goedang Grosir Berdikari, BM Jogja, paguyuban beras, PT. Pangan Surya Makmur, PT. Wilmar, dan PT. Rajawali Nusindo.,” ujarnya.

Menurutnya, gelaran ini merupakan lanjutan dari pasar murah yang pernah dilangsungkan di Kapanewon Dlingo sebelumnya. Kemudian, pada 15-17 Desember akan diadakan Imogiri Big Sale, yang berkolaborasi dengan Haul Kiai Marzuki, sekaligus menghadirkan usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendamping UKM.

“Kenapa yang kami pilih dua kapanewon tersebut, karena jumlah masyarakat miskinnya tergolong cukup tinggi. Sedangkan, untuk Imogiri Big Sale berada di Kalurahan Wukirsari, yang diprediksi pengunjungnya mampu capai sekitar 5-10 ribu,” paparnya.

Sementara itu, salah satu warga Padukuhan Banyu Sumurup, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Samiem (66) sangat antusias menyambut pasar murah ini. Lantaran mampu memboyong beberapa bahan pokok, seperti gula, telur, minyak sayur, tepung dan cabai.

“Alhamdulillah cukup membantu masyarakat meskipun sedikit. Harga telur Rp 24 ribu, kalau di pasar atau warung sekitar Rp 30 ribu, minyak sayur dari Rp 14.500 jadi Rp 12.300, gula dari Rp 16-17 ribu jadi Rp 15 ribu. Kemudian cabai hanya Rp 50 ribu, di pasar masih Rp 75-80 ribu,” ungkapnya.(cr13/sam)