PEKALONGAN, Joglo Jateng – Penumpasan penyakit Tuberkulosis (TBC) terus diupayakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan seiring meningkatnya penyebaran TBC yang telah terdeteksi di masyarakat. Pengoptimalan serangkaian cara digenjot Pemkot guna tercapainya target eliminasi TBC di tahun 2028.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto mengatakan, hingga awal Desember 2023 telah ditemukan sejumlah 852 pengidap TBC dari 1.018 yang ditargetkan pada 2023. Menurutnya, angka tersebut termasuk lebih tinggi dibanding 2022. Dengan menggandeng sejumlah fasilitas kesehatan (faskes), diharapkan penemuan pengidap dapat diperluas.
“Sejauh ini terdapat 852 pengidap TBC yang berhasil dilacak. Koordinasi terus kita lakukan, terutama dengan fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, agar segera melapor bila diketahui ada pasien yang terdiagnosis TBC,” jelasnya.
Budiyanto menuturkan, saat ini metode pelacakan dinilai paling efektif guna mencegah penularan makin tinggi. Dengan mengetahui kontak fisik terakhir yang dilakukan pengidap, maka pihaknya dapat mengintervensi melalui tindakan preventif untuk mendeteksi apakah terjadi penularan pada orang sekitar.
Penemuan TBC sendiri dapat dilakukan melalui uji dahak pada pasien yang terindikasi. Bila hasilnya sudah bisa dipastikan, maka pasien akan mendapat tindakan dan pengobatan khusus yang mesti dijalani dalam beberapa bulan.
“Untuk mencegah penyebaran TBC, ya utamanya dengan penemuan. Makanya kita libatkan banyak faskes dan dokter praktik, supaya segera melapor bila ada pasien yang terindikasi,” tegasnya.
Sosialisasi terkait hidup sehat kepada masyarakat juga digencarkan Pemkot demi menghindari potensi bakteri TBC yang tumbuh. Apalagi diketahui, bakteri TBC dapat ditularkan melalui udara. Sehingga selalu menjaga kebersihan dan memakai masker diharap jadi keharusan ketika bersinggungan dengan pasien penyakit yang menyerang paru-paru ini. (cr9/abd)










