KUDUS, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat kasus kebakaran lahan masih terjadi hingga Desember 2023. Hal tersebut akibat dari fenomena El Nino yang tak kunjung berakhir.
Kasi kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Munaji mangatakan, selama 2023 ada sekitar 160 kebakaran. Kebakaran paling parah terjadi di Desa Menawan, Gebog yang membakar lahan seluas 30 dampai 40 hektare di lahan yang tergolong produktif.
“Biasanya, lahan tersebut sering ditanami buah-buahan atau kayu,” tambahnya.
Munaji mengatakan, pertolongan untuk mengatasi hal tersebut sudah mampu dan mencukupi. Meskipun demikian, masih ada kendala pada strategi untuk mengarahkan desa atau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di lahan-lahan kering. Yang mana desa sudah diberi tahu.
“Tolong jangan sampai ada pembakaran di sembarang tempat,” ungkapnya.
Semantara itu, Munaji menambahkan, paling banyak kebakaran terjadi dilahan kosong. Seperti semak belukar, sawah, dan pertanian yang sengaja dibakar. Hal itu, justru membawa dampak perubahan iklim.
“Harapannya pihak sini maupun masyarakat desa yang terkena kebakaran, ikut membantu memadamkan api. Dengan cara mengadakan monitoring kepada relawan, dan menyediakan peralatan. Biar ketika terjadi kebakaran hal tersebut dapat teratasi,” ujarnya kepada Joglo Jateng. (cr12/fat)










