Tim Gasbadra UGM Kembangkan EV Berkecepatan 70 km/h

PAMERKAN: Tiga mahasiswa dari Tim Gasbadra UGM tengah memamerkan prototype EV di Bengkel FMIPA UGM, Kamis (4/1/24). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Tim Gasbadra Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan motor listrik berjenis Scrambler, dengan kecepatan hingga 70 km/jam. Ada sebanyak 12 mahasiswa yang berhasil mengembangkan prototype ini sejak 2022.

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (WDPPM) UGM, Wiwit Suryanto memaparkan, upayanya dalam mendorong inovasi sebagai tanggapan terhadap permintaan masyarakat.

“Salah satu inovasinya berupa transformasi electric vehicle (EV). Diharapkan dapat menjadi solusi ramah lingkungan, dengan emisi karbon yang rendah di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Sementara itu, Engineer Tim Gasbadra, Dhamar Gumilang menambahkan, ide menciptakan kendaraan listrik ini muncul dari keresahan tim terhadap kebutuhan masyarakat akan EV.

“Kami memilih bentuk Scrambler motor bertema vintage, dengan waktu pengecasan sekitar 3-4 jam dan mampu menempuh 30-40 kilometer setiap kali pengisian daya. Motor ini dapat dikendarai dalam dua mode, yaitu echo dan sport, sehingga memberikan fleksibilitas kepada pengguna,” ujarnya.

Keunggulan motor listrik buatan tim Gasbadra tidak hanya terletak pada efisiensi, tetapi juga pada start yang halus. Motor ini memiliki jarak tempuh yang bersaing dengan motor listrik sejenis di pasaran, lantaran memiliki daya maksimum lebih tinggi.

“Dengan penggerak utama berupa motor listrik DC brushless tipe mid drive, tegangan 72V dan arus maksimal 40A, motor ini dapat menghasilkan torsi sebesar 45Nm pada 3000rpm, mencapai kecepatan maksimum 65-70 km/jam dengan max rpm 4800,” ucapnya.

Pihaknya menilai, dua mode yang disematkan pada motor, yaitu mode eco dan sport, memberikan pengguna pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Mode eco menawarkan daya tahan baterai lebih lama, sementara sport menonjolkan akselerasi yang lebih cepat.

“Selain itu, pada mode eco terdapat regenerative braking yang lebih responsif, menghasilkan arus balik untuk mengisi daya baterai saat throttle dilepas,” tandasnya.(cr11/sam)