SEMARANG, Joglo Jateng – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menjadikan peringatan Harlah NU sebagai momentum untuk muhasabah atau alat intropeksi kampus tiap tahunnya. Sejak awal, kampus ini selalu berpegang pada visi misi untuk unggul dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang tidak terlepas dari nilai-nilai Aswaja.
Rektor Unwahas, Prof KH Mudzakkir Ali mengatakan, pihaknya menanamkan paham tersebut dengan memberikan pemahaman kepada para mahasiswanya selama menempuh pendidikan enam semester. Tidak terkecuali kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran.
“Begitu pula dengan (fakultas, Red.) farmasi, teknik, ekonomi dan agama semua diarahkan ke Aswaja,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Selasa (30/1/24).
Ia menjelaskan, Unwahas juga menjadi salah satu perguruan tinggi berlandaskan NU, yang masuk ke dalam Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). Sehingga, orientasi nilainya selaras dengan NU. Terutama dalam hal kaidah dan ideologi.
“Bahwasanya definisi Aswaja, yaitu, paham yang menganut pola madzhab fikih yang empat, Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Maliki. Selain itu, Aswaja juga disebut paham yang mengikuti Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam bidang akidah,” jelasnya.
Selain itu, prinsip tasamuh juga mengajarkan nilai-nilai keseimbangan, toleransi, dan keadilan, yang hingga saat ini menjadi pedoman Unwahas. Dalam perayaan Harlah NU ini, Mudzakir berharap agar warga NU dapat mengayomi dan menjaga bangsa ini meski 2024 ini telah memasuki musim politik. Menurutnya, sangat penting bagi semua manusia untuk mengamalkan ukhuwah Islamiyah. (int/adf)










