SEMARANG, Joglo Jateng – Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 101 tahun ini. Diusia yang lebih dari 1 abad ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar sejumlah acara yang berpusat di Yogyakarta. Tema yang diusung pada peringatan hari lahir (Harlah) tahun ini adalah Memacu Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia.
Dalam rangka memaknai makna tema pada harlah tahun ini, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng), Mohamad Muzammil berharap khidmat NU bisa lebih maksimal. Yakni tertata secara sistematis untuk mencapai tujuan NU.
“Hal ini guna ikut serta dalam mengantarkan bangsa Indonesia sesuai cita-cita dan tujuan nasional. Agar bangsa Indonesia tetap bersatu, dapat mencapai cita-cita dan tujuan nasional yakni masyarakat yang adil dan makmur,” katanya pada Joglo Jateng, Selasa (30/1/24).
Kyai Muzammil berpesan kepada keluarga besar nadhliyin di Jawa Tengah untuk tetap patuh pada ulama. Sebab adanya NU hingga lebih dari satu abad ini tak jauh dari perjuangan mereka.
“Kita ikuti para alim ulama sebagai pemimpin kita. Kalau ada perbedaan pendapat diantara ulama, maka kita ikuti ulama yang mampu memberikan keteladanan yang baik untuk mencapai ridho Allah SWT. Sekiranya belum bisa mengikuti ulama maka setidak-tidaknya kita punya rasa hormat kepada para ulama. Karena beliau-beliau dikehendaki oleh Allah SWT mendapatkan ilmu dan amal kebaikan yang banyak,” ungkapnya.
Disinggung terkait tahun politik saat ini, dirinya mengimbau pemilu harus dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kyai Muzammil meminta agar para pemimpin menekankan pentingnya kekompakan, guyup rukun dan bergotong royong sesama umat dan bangsa.
“Semoga mendapatkan pemimpin yang berjiwa Pancasila, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu memberikan welas asih kepada seluruh komponen masyarakat. Terlebih kita kenal ada persaudaraan sesama bangsa atau ukhuwah wathaniyah dan persaudaraan sesama manusia atau ukhuwah insaniyah,” harapnya.
Lebih lanjut, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diakui menjadi tantangan sendiri. Sebab melalui itu, perubahan kehidupan sosial kemasyarakatan turut berubah hingga memunculnya paham-paham pemikiran baru serta gaya hidup yang konsumtif. Oleh karena itu, pihaknya berharap warga nadhliyin mau untuk terus belajar.
“Tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin pesat. Mau tidak mau kita harus terus belajar dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai lama yang maslahat serta beradaptasi dengan nilai-nilai baru yang lebih maslahat,”
Saat ini PWNU menjalankan koordinasi bersama 18 Lembaga dan 15 Badan Otonom NU untuk menjalankan program kerja yang telah ditetapkan oleh muktamar ke-34. Forum permusyawatan sesuai ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta peraturan perkumpulan yang disahkan dalam konferensi besar NU.
“Semoga kita tetap berusaha dan tawakal. Kita yakin di balik kesulitan akan ada kemudahan,” tandasnya. (luk/fat)










