BANTUL, Joglo Jogja – Angka stunting di Kabupaten Bantul terus menunjukkan penurunan. Pada 2023 lalu berhasil menurunkan persentase menjadi 6,36 persen dari tahun sebelumnya sebesar 6,42 persen.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul Ninik Istitarini menyampaikan, pada 2022 lalu angka stunting menyentuh 3.001 balita, atau 6,36 persen.
“Angka itu telah mengalami penurunan di 2023 lalu, yakni sekitar 300an balita. Sehingga menjadi sekitar 2.700 dan ini tergolong sudah cukup tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, penurunan stunting hingga 6,36 persen itu merupakan pencapaian yang sudah sangat maksimal. Secara fakta angka ini memang sangat sulit jika ingin ditekan menjadi nol persen.
“Di angka enam itu sudah sangat sulit untuk turun. Karena ada faktor-faktor lain yang tidak bisa dihilangkan. Misalnya sudah punya penyakit bawaan atau sejak lahir ada kelainan dan sebagainya. Sehingga zero itu tidak bisa,” tegasnya.
Sementara itu, pihaknya menambahkan penurunan itu terjadi di banyak lokasi yang ada di Bantul. Bahkan, salah satu kelurahan yang cukup tinggi angkanya yakni di Selopamioro yang telah mengalami penurunan drastis.
“Di Selopamioro meskipun terbilang tinggi, tapi juga sudah menurun. Angka penurunannya sekitar 50 balita,” pungkasnya.(nik/sam)










