Jika Diamanahi Ketua PWNU, Kiai Rofiq Akan Gandeng Cabang Kelola Potensi Warga NU

Pengasuh Ponpes Ar Rois Cendekia Semarang, Kiai Rofiq Mahfudz
Pengasuh Ponpes Ar Rois Cendekia Semarang, Kiai Rofiq Mahfudz. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PEKALONGAN, Joglo Jateng – Calon Ketua PWNU Jateng, Kiai Rofiq Mahfudz meyakini bahwa warga NU di Jawa Tengah memiliki sumber daya besar dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan komunitas sebagai anggota organisasi sosial kemasyarakatan.

Oleh karena itu, baginya, jika sumber daya tersebut dikelola dengan baik, akan menjadi kontribusi besar dalam membantu masyarakat Jateng, dan khususnya warga NU.

Selamat Idulfitri 2024

“Kekuatan ini harus dikelola dengan baik, sehingga bisa dirasakan warga,” tegasnya menjelang Konferwil PWNU Jateng di Pekalongan, Selasa (5/3).

Menurut Kiai Rofiq, warga NU bersama-sama dengan pengurus wilayah dan cabang NU di Jawa Tengah sangat mampu untuk membangun dan mengembangkan dirinya sendiri.

“Kuncinya adalah kebersamaan, kejujuran, dan kekuatan manajemen organisasi,” katanya.

Karena itu, bila dirinya diamanahi sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah PWNU Jawa Tengah akan melibatkan dan mengajak para pengurus cabang untuk mengelola potensi yang dimiliki warga NU.

Kiai Rofiq pun menyiapkan lima program prioritas jika dirinya terpilih. Pertama, menciptakan tata kelola dan akuntabilitas organisasi. Baginya sudah seharusnya PWNU dikelola secara profesional dan akuntabel.

“Misal, bagaimana PWNU membangun sistem manajemen perkantoran yang lebih mudah dan aman serta transparan. Setidaknya PWNU ke depan memiliki tata kelola manajemen organisasi berbasis digital,” terangnya.

Kedua, membangun ajaran Aswaja An Nahdliyah. Bagi Kiai Rofiq, wacana dan pandangan Islam Aswaja An Nahdliyah harus dihadirkan dalam praktik masyarakat sebagai wawasan kontekstual.

“Seperti mengurangi angka pengangguran, memberantas kemiskinan, advokasi hak rakyat yang digusur, merawat lingkungan dan tanaman, dan lainnya,” ucap Kiai Rofiq.

Ketiga, memperkuat sumber daya manusia di sektor strategis. Menurutnya, NU harus menjawab tantangan dengan menyiapkan SDM sebagai aset bernilai tak berwujud dan menyiapkan kader-kadernya dengan menempa mereka di berbagai lembaga pendidikan.

Keempat, menyiapkan pendidikan NU berkualitas dan bermutu. Menurut Kiai Rofiq, ke depan NU menghadapi perkembangan dan pergolakan zaman yang bergerak begitu cepat.

“Untuk itulah NU perlu mengembangkan lembaga pendidikan yang dapat menjadi alternatif dalam menghadapi perkembangan tersebut. Agar amal saleh yang dilakukan dapat bermanfaat secara luas,” tuturnya.

Kelima, menciptakan kemandirian ekonomi melalui badan usaha milik NU. Memasuki abad kedua, tantangan yang dihadapi NU khususnya di Jateng semakin kompleks. Tidak hanya persoalan keagamaan tapi juga persoalan lain, termasuk ekonomi.

“Karena itu, penguatan ekonomi untuk warga Nahdliyyin sangat penting. Jangan sampai karena ekonomi akidah bisa goyah,” tandasnya. (hms/rds)