Indeks Pembangunan Keluarga Ungguli Nasional, Jateng Jadi Tuan Rumah Harganas ke-31

Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana saat bertemu dengan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN RI, Nopian Andusti & rombongan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (28/3/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI memilih Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 pada 13 Juni 2024 mendatang.

BKKBN punya alasan dalam pemilihan tersebut. Pertama, karena Indeks Pembangunan Keluarga Provinsi Jateng dan Kota Semarang sudah di atas rata-rata nasional.

Selamat Idulfitri 2024

“Dengan skala 1-100, Kota Semarang sudah di angka 59 lebih, kemudian Jawa Tengah di angka 58, sedangkan angka nasional itu 56. Jadi sudah cukup bagus,” ujar Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN RI, Nopian Andusti usai bertemu dengan Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 28 Maret 2024.

Baca juga:  Jalan-jalan di Jateng Siap Dilintasi Pemudik Lebaran 2024

Indeks Pembangunan Keluarga ini di dalamnya ada dimensi ketentraman, kebahagiaan, dan kemandirian.

Kedua, Jateng punya banyak program pencegahan stunting dan mencegah pernikahan usia dini. Sementara Kota Semarang diketahui prevalensi stunting pada tahun 2022 sudah berada pada angka 10,4 persen, jauh di bawah target pemerintah pusat sebesar 14 persen.

“Ini penghargaan pemerintah pusat kepada provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang untuk menjadi tuan rumah hari keluarga Nasional mendatang,” kata Nopian.

Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menyampaikan langsung dukungan penyelenggaraan puncak Harganas ke-31 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga:  DPRD Kota Semarang Susun Raperda RPPLH untuk 30 Tahun ke Depan

“Tentu kami berterima kasih karena memilih Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Nanti akan kami siapkan. Kota Semarang bagus juga, tidak terlalu macet dan kulinernya juga banyak, jadi pas,” kata Nana.

Menurut Nana, penunjukan Jawa Tengah sebagai tuan rumah merupakan momentum yang tepat. Sebab, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Tengah sedang fokus untuk menekan angka stunting dengan target 14 persen pada tahun 2024. (hms/rds)