Meditasi selama Berpuasa Jadi Kunci Fokus & Keseimbangan

PRAKTIK: Adit, seorang peserta tengah mengikuti meditasi rutin mingguan yang dilaksanakan oleh Chan Jogja di lingkungan Vihara Buddha Prabha, Minggu (31/3/24). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

DALAM dunia yang penuh dengan kegiatan yang serba cepat dan stres, semakin banyak orang yang mencari cara untuk menenangkan pikiran dan merasakan keseimbangan dalam hidup. Salah satu metode yang semakin populer adalah meditasi, sebuah praktik kuno yang telah terbukti memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan mental dan fisik seseorang.

Salah satu coach meditasi Chan Yogyakarta, Jasmiko Yanuardi Dharma WCP menekankan pentingnya meditasi selama bulan puasa. Bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran diri dan fokus untuk menjalani kehidupan.

“Meditasi memberikan kita kesempatan untuk lebih aware terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan tubuh kita. Dalam berpuasa, meditasi dapat membantu kita lebih fokus dan mindful terhadap apa yang kita kerjakan saat ini dan sekarang,” ungkapnya.

Baca juga:  6 Kecelakaan dan 3 Korban Meninggal, Polres Bantul Pasang Ban Bekas dan Imbau Pengendara Berhati-hati di Jalan Imogiri-Dodogan

Disebutkan, dengan rutin berlatih meditasi selama berpuasa, fungsi tubuh dapat lebih enjoy dalam menahan nafsu, baik nafsu makan maupun nafsu lainnya. Hal ini membuat tubuh lebih tertata dengan baik, memberikan pengalaman yang lebih dalam terkait dengan tubuh dan pikiran.

“Pentingnya meditasi selama bulan puasa juga terkait dengan kesehatan mental kita. Dengan meditasi, kita dapat merasakan fokus yang lebih kuat dalam menahan diri dari godaan-godaan yang mungkin muncul selama berpuasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, meditasi bisa dilakukan oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Walaupun rentang waktu yang diperlukan untuk meditasi dapat bervariasi, tergantung pada kesibukan individu.

“Saya hanya menyarankan agar setiap orang dapat mengalokasikan waktu sekitar 20 menit setiap pagi untuk bermeditasi. Hal ini sudah cukup untuk membawa manfaat yang signifikan bagi kesehatan mental dan keseimbangan emosional kita,” tuturnya.

Baca juga:  Operasi Patuh Progo Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas

Saat bermeditasi, penting juga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung fokus dan konsentrasi. Setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda terkait dengan media atau alat bantu yang digunakan dalam meditasi.

“Kalau dari saya pribadi merekomendasikan untuk lebih spesifik dengan melakukan meditasi dalam posisi duduk. Hal ini membantu dalam mempertahankan postur tubuh yang baik dan meningkatkan kesadaran terhadap diri sendiri. Dengan demikian, meditasi bukan hanya menjadi praktik spiritual semata, tetapi menjadi alat untuk menjaga kesehatan mental dan emosional kita,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Meylan (38) mengungkapkan hal sama, di mana meditasi dapat menjadi sarana efektif untuk mengontrol pikiran dan mengistirahatkan mental. Dengan membiasakan diri melakukan meditasi, seseorang dapat menciptakan pola baru dalam dirinya, terutama dalam menghadapi emosi saat berinteraksi dengan anak-anak.

Baca juga:  Jalin Sinergi, Tegakkan Keadilan untuk Harmoni Hukum DIY

“Menurut saya, melalui meditasi membantu saya untuk lebih tenang dan terkendali, sehingga dapat mengurangi kemungkinan emosi kepada anak. Selain itu, saya dapat belajar untuk mengontrol diri saat berpuasa, menahan diri dari hawa nafsu yang mungkin muncul,” paparnya.

Lebih lanjut, ia juga ingin menambah teman di lingkungan meditasi untuk saling mendukung dan memperdalam praktik meditasi. “Dengan demikian, pentingnya meditasi tidak hanya dalam mengontrol pikiran dan emosi, tetapi juga dalam menjalani kehidupan seimbang dan penuh kedamaian,” pungkasnya. (suf/abd)