Pancaroba, Dispar Bantul Ingatkan Ancaman Bahaya Saat Berwisata

HIKMAT: Umat Hindu mengikuti prosesi upacara Melasti di Pantai Parangkusumo, Bantul, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Melihat kondisi iklim yang tidak menentu seperti sekarang ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mengingatkan kepada para pengelola dan wisatawan untuk selalu waspada saat berlibur di Bantul. Hal itu dikarenakan ancaman yang tidak diinginkan seperti tanah longsor, angin kencang, dan banjir bisa saja terjadi.

Plt Kepala Dispar Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, keadaan musim saat ini masih belum stabil. Menurutnya, dalam situasi pancaroba seperti ini, sangat diperlukan kewaspadaan lebih karena ancaman bencana bisa datang kapan pun.

Selamat Idulfitri 2024

“Artinya, sekarang mestinya musim hujan, tapi sudah jarang hujan. Tetapi sewaktu-waktu biasanya ada hujan. Bahkan karena biasanya sekarang ini musim hujan tapi belum hujan, kondisi ini sering sekali memicu banyaknya situasi angin kencang,” ujarnya.

Baca juga:  Berantas Antraks, Ratusan Ternak di Sleman Diberi Vaksin

Sehingga untuk itu, pihaknya berharap, terkhususnya bagi pengelola wisata yang berada di kawasan dataran tinggi untuk bisa tetap memperhatikan terkait dengan keamanan dan keselamatan. Baik itu untuk antisipasi menghadapi ancaman bencana tanah longsor, angin ribut atau puting beliung, dan pula termasuk banjir.

“Sehingga, beberapa tempat wisata air yang berada di jajaran sungai dan di tebing-tebing untuk kita harapkan kewaspadaan. Sebagai antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Kemudian, terkait dengan persoalan sampah, pihaknya berharap ada kolaborasi kerja sama antara pengelola dengan masyarakat atau wisatawan. Mengingat Bantul saat ini masih darurat sampah, maka dengan kerja sama ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang diproduksi wisatawan.

Baca juga:  Pemda DIY Persiapkan Perbaikan Ruas Jalan Godean Mulai April

“Atau nanti di tempat-tempat wisata itu sudah disiapkan tempat sampah yang bisa dimanfaatkan pengunjung. Dengan demikian, untuk mengondisikan sampah akan menjadi lebih mudah bagi pengelola wisata dan akan membantu Dinas Lingkungan Hidup juga terkait pengondisiannya,” tandasnya. (nik/abd)