Figur  

Teladani Pribadi RA Kartini, Upayakan Jalani Peran Ganda dengan Seimbang

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum
Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pejuang wanita Raden Ajeng (RA) Kartini menjadi idola bagi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum. Kepribadian yang santun, dan perjuangannya dalam membela kaum perempuan, pantas menjadi panutan. Riena mengenang sejarah perjuangan RA Kartini, yang berasal dari kalangan bangsawan, tapi tetap berupaya memajukan pendidikan perempuan dari masyarakat biasa.

“Beliau perempuan yang cerdas dan berwawasan luas, meski ada keterbatasan di kala itu,” ungkapnya, saat ditemui Joglo Jateng di kantornya, belum lama ini.

Meneladani Ibu Kartini, dalam kehidupannya, Riena pun berupaya tetap menjalani peran gandanya dengan seimbang. Anggapan emansipasi menjadikan semuanya sama antara perempuan dan laki-laki tak sepenuhnya berlaku pada Riena. Sebab, ada kodrat wanita sebagai ibu yang melahirkan anak, serta sebagai istri dari pasangan hidupnya.

Secara pribadi, Riena mengaku tidak ingin tampil dominan terhadap laki-laki, termasuk di tempatnya bekerja. Berbagi peran dengan jajaran, serta menghormati pimpinan, benar-benar dipegang teguh.

“Kuncinya ada di managerial, bagaimana mengelola keluarga, bagaimana melaksanakan tugas itu dengan baik. Itu komitmen yang sangat tinggi sekali, dan sangat detail, nggak bisa milih salah satu,” ujar perempuan yang mendapat mandat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 35 tahun silam itu.

Selama memimpin Diskominfo Jateng, banyak prestasi telah diraih. Salah satunya sebagai provinsi peringkat pertama se-Indonesia dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Tentu saja kita target di sini harus mendapatkan nilai A+ bukan hanya untuk Diskomifo tapi juga untuk Jateng, kita sudah enam kali sebagai provinsi yang informatif. Kemudian SPBE kita juga provinsi Jateng peringkat I kategori provinsi seluruh Indonesia. Ya pokoknya tugas-tugas yang diemban harus sesuai target RPJMD yang sudah ditetapkan pemprov,” tegas Riena.

Lantas bagaimana pandangan Riena tentang Kartini Masa Kini? Menurut eyang empat cucu ini, Kartini modern bisa saja melakukan banyak hal, tapi tetap harus menjaga etika. Komitmen hingga integritas harus dipegang teguh, sehingga menjadikan seorang wanita sosok yang excellent.

“Seorang perempuan harus mempunyai etika, kuncinya itu. Kita generasi Z, oke kita diterpa transformasi. Transformasi digital oke, seorang perempuan harus punya etika. Contohnya saja bermedsos, itu paling gampang. Bisa di lihat dari situ cara menerapkan etikanya, tidak saling melukai satu sama lain, ya dengan beretika,” tandasnya. (luk/adf)