BANTUL, Joglo Jogja – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bantul siap usung calon Bupati dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. Beberapa nama dari internal partai pun jadi pilihan. Pihaknya menyebut kemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres kemarin, yang hampir menyentuh 60 persen, jadi modal penting untuk Pilkada.
Ketua DPC Gerindra Bantul, Datin Wisnu Pranyoto menyampaikan, terkait dengan persiapan menghadapi Pilkada serentak 2024 yang jatuh pada November mendatang, saat ini pihaknya masih dalam tahap penjaringan bacalon internal. Sedangkan untuk penjaringan bagi bacalon di luar partai, masih menunggu keputusan dari DPP Partai Gerindra.
“Sekarang ini kami baru melakukan penjaringan di internal dulu. Sedangkan untuk penjaringan eksternal belum ada pembukaan, masih menunggu keputusan dari DPP. Berhubung DPP juga kemarin masih sibuk menunggu keputusan akhir sengketa pemilu di MK,” ungkapnya, Selasa (23/4/24).
Datin mengatakan, dalam penjaringan internal ini, ada tiga nama yang masuk bursa calon. Nama tersebut yakni Nur Subiyanto, Danang Wahyu Broto, dan dirinya sendiri. Dua pertama adalah calon terpilih dalam pemilihan legislatif (Pileg) DPRD DIY, sedang Datin Wahyu Pranyoto terpilih kembali sebagai anggota DPRD Bantul. Ketiga nama ini berpotensi untuk maju dalam Pilkada mendatang.
“Terkait nanti keputusannya tergantung respons masyarakat juga, mana yang memungkinkan. Akan tetapi, kemarin banyak respons masyarakat yang menghendaki Danang Wahyu Broto, yang sekarang menjadi dewan untuk maju Pilkada,” terangnya.
Menurutnya, apabila keputusan akhirnya nanti Gerindra mengusung Danang Wahyu Broto dan juga mendapatkan kesepakatan koalisi untuk maju dalam Pilkada, pihaknya sudah siap. Bahkan untuk pengunduran diri yang bersangkutan dari DPRD DIY.
“Secara aturan memang harus mundur. Tapi sekarang kan baru tes ombak semua. Artinya harus kita lihat respons dari masyarakat seperti apa dulu,” katanya.
Datin juga mengatakan bahwa salah satu kriteria calon yang akan mereka usung yakni calon diharapkan sejalan dengan program pemerintah pusat. “Tentunya kriteria kami harus sejalan program dari pemerintah pusat. Sejalan dengan presiden,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga beranggapan bahwa setelah keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan pemohon pasangan nomor urut 01 dan 03 pada Senin (22/4) yang secara otomatis pasangan nomor urut dua Prabowo-Gibran resmi keluar sebagai pemenang jadi modal penting. Menurutnya, kemenangan ini juga akan memberikan coat–tail effect kepada Pilkada November mendatang.
“Coat–tail effect setalah keputusan MK ini tentu ada. Dan juga kemarin itu kemenangan pasang 02 yang ada di Bantul ini hampir 60 persen. Itu adalah modal penting kami mencalonkan diri di Pilkada,” tandasnya. (nik/abd)










