Jepara  

Kembangkan Kreativitas, Bappeda Jepara Gelar Lomba Krenova

PRESTASI: Para peserta lomba krenova mendapatkan hasil juara saat lomba krenova di aula Bappeda Jepara, Rabu (15/5/24). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sebagai upaya pengembangan kreativitas masyarakat, Badan Pendapatan Daerah (Bappeda)Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitiaan dan Pengembangan (Bappeda) Kabupaten Jepara menggelar lomba krenova di aula studio Bappeda, Rabu (15/5/24). Pada lomba krenova 2024 ini diikuti sekitar 21 peserta yang terdiri dari 13 proposal dengan kategori pelajar maupun masyarakat umum.

Bidang yang dilombakan pun bermacam-macam. Mulai dari bidang pendidikan, pertanian, kesehatan, industri kreatif, energi dan rekayasa, teknologi informasi, dan teknologi manufaktur.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Kabid Litbang) Bappeda Jepara sekaligus ketua panitia, Elly Widyastuti menjelaskan, lomba krenova digelar untuk mendorong terbentuknya budaya kreatif dan inovasi bagi masyarakat di bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK). Menurutnya, krenova perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan masyarakat.

“Untuk nenumbuhkan kreativitas baru bagi masyarakat. Karena sekecil apapun perubahan, jika mampu mendukung dan memberi dampak bagi sekitarnya itu suatu krenova. Baik dalam produk maupun temuan lainnya,” jelasnya.

Adapun pemenang dalam lomba tersebut, lanjut dia, selain mendapat piagam, piala, dan uang pembinaan. Seluruh peserta akan diikut sertakan dalam lomba krenova tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di samping itu juga memudahkan peserta untuk membuat legal drafting pada produk temuannya.

Lebih lanjut, Elly berharap, menjadi wadah untuk menyalurkan serta menumbuhkan kretivitas masyarakat atas penemuan produknya. Sehingga, hasil produk peserta dapat dimanfaatkan oleh lingkungan sekitar.

“Lebih banyak menumbuhkan kreativitas, yang nantinya bisa jadi intepreuner, pengusaha produk, dan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari masyarakat umum Ahmas Sholihul mengatakan senang, lantaran hasil temuannya dapat dipromosikan. Ia bercerita, krenova yang dipresentasikan yakni berupa eksa browser. Sebuah aplikasi yang berfungsi mengamankan ujian agar peserta tidak menyontek.

“Senang akan ada lomba krenova ini. Karena dapat menampilkan produk atau aplikasi temuan kami. Yang mana jika digunakan, aplikasi tersebut sangat berdampak pada integritas di bidang pendidikan,” tegasnya. (cr4/fat)