Dukung Visi Generasi Emas 2024, Tim Pengabdian Upgris Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi AI

SUASANA: Sosialisasi Pemanfaatan AI untuk Peningkatan UMKM oleh Tim Pengabdian Universitas PGRI Semarang, di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam rangka mendukung visi Indonesia Generasi Emas 2045, Tim Pengabdian Universitas PGRI Semarang (Upgris) menggelar sosialisasi Pemanfaatan AI (artificial intelligence) untuk Peningkatan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, belum lama ini.

Dalam kegiatan ini civitas akademika Upgris mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM untuk mengenal fungsi serta manfaat dari teknologi AI, untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Artificial intelligence merupakan hal yang penting untuk dipelajari karena menjadi bagian dari penanda revolusi digital yang secara ekstensif membingkai pola pikir dan perilaku manusia pada era revolusi industi 4.0,” kata Pemateri, Khoiriya Latifah, S. Kom., M. Kom pada Joglo Jateng, Selasa (28/5/2024).

Baca juga:  HAE Theater Gelar Teater Monolog "Pagi yang Merepotkan" di TBRS Semarang

Menurut Latifah, pada 2045 Indonesia memerlukan jutaan talenta di bidang teknologi untuk menyongsong Visi Indonesia Generasi Emas 2045.

Oleh karena itu pemahaman tentang Artificial Intelligence bagi UMKM sangat diperlukan agar bisa mengikuti tren teknologi di era revolusi industri 4.0.

“Kemunculan tren teknologi canggih revolusi industri 4.0 ditandai dengan revolusi digital melalui artificial intelligence, big data, fintech, robot, dan teknologi berbasis AI lainnya,” tutur Latifah.

Sementara itu, pemateri dua, Nur Latifah Dwi M. S, S. Kom., M. Kom. menyebut, berdasarkan suvei Indeks Literasi Digital Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Katadata Insight Center (KIC) pada 2021, indeks literasi digital Indonesia berada pada angka 3,49 yang berarti bahwa Indonesia dalam kategori sedang dengan skor indeks antara 0–5.

Baca juga:  TPPS Jateng Laksanakan Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting

Sementara menurut McKinsey (2019), pada tahun 2030 akan ada sekitar 23 juta pekerjaan yang tergeser oleh otomasi.

“Dengan beberapa masalah tersebut diatas maka UMKM perlu meningkatkan kompetensi digital agar mampu memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Sehingga bisa meningkatkan kualitas dan mutu UMKM dalam meningkatkan revenue (pendapatan, Red.),” jelas Nur.

Selain harus meningkatkan kualitas, lanjutnya, dengan inovasi teknologi berbasis sistem cerdas, UMKM juga harus mampu dan mengetahui bagaimana menghadapi risiko-risiko yang mungkin terjadi agar mampu bertahan lama dan mampu bersaing dengan para kompetitior perusahaan–perusahaan yang sudah besar.

Baca juga:  Gunakan Besek Bambu sebagai Pengganti Plastik

Maka, imbuh dia, pengetahuan tentang pengetahuan tentang sistem cerdas atau AI sangat penting bagi UMKM agar mampu bersaing dan menghasilkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sehingga dengan meningkatnya kualitas SDM dan kualitas layanan serta produk yang sesuai, maka UMKM akan bisa berkembang.

“Selain menghasilkan produk-produk yang sesuai manfaat dari teknologi, AI masih banyak lagi yang bisa menimbulkan efisiensi biaya dan memaksimalkan revenue,” tandas Nur. (luk/adf)