Kudus  

Triwulan Pertama, Penggadai di Kudus Didominasi Emas

PANTAU: Saat Plh Pimpinan Cabang Pegadaian Kudus, Budiyono sedang memantau aktivitas pelayanan ke masyarakat, Selasa (4/6/2024). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Triwulan pertama 2024, masyarakat yang telah menggadaikan barangnya di PT Pegadaian Kudus didominasi oleh beragam macam bentuk emas. Ada pula fitur gadai yang bisa diakses oleh masyarakat Kota Kretek seperti Kredit Cepat Aman (KCA) Prima, KCA Konvensional dan gadai KCA Fleksi.

Plh Pimpinan Cabang Pegadaian Kudus, Budiyono mengungkapkan, masyarakat Kota Kretek paling banyak gadai emas perhiasan, emas batangan, dan emas bentuk lainnya. Selain itu, untuk fitur gadai di KCA ada beberapa macam tarif sewa modalnya.

“Kalau untuk KCA konvesional jangkanya 4 bulan, tarif sewa modalnya 1,2 persen per 15 hari, KCA flexy jangka waktu 6 bulan dan sewa modal harian 0,07 persen perhari,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Realisasi PAD Pajak Kudus Capai Rp 52,8 M

Kemudian untuk KCA prima pinjamannya hingga Rp 500 ribu dan jangka waktunya 2 bulan tanpa sewa modal. Akan tetapi hanya memerlukan administrasi di awal. Sebagai contoh, ada warga meminjam uang sebesar Rp 500 ribu, maka untuk penebusan sama sebesar Rp 500 ribu.

“Nah untuk jumlah penggadai ada 4 golongan. Golongan a 500 ribu, Golongan B Rp 1 juta, B2 Rp 2,5 juta, B3 Rp 5 juta. Lalu untuk C1 Rp 10 juta, C2 Rp 15 juta, dan C3 Rp 20 juta. Diatas Rp 20 juta masuknya golongan D,” tukasnya.

Baca juga:  Perkuat Pondasi Sepak Bola Putri Melalui Ajang Turnamen Bergengsi

Lebih lanjut, untuk jenis golongan yang paling dominan masyarakat Kota Kretek menggadai itu di Golongan B. Disisi lain, untuk Golongan D yang sebesar Rp 20 juta tarifnya 1,1 persen. Lalu Golongan B dan C 1,2 persen di KCA. Selain emas, ada kendaraan roda dua dan empat yang digadaikan.

“Untuk roda empat itu lumayanlah sekitar 20 unit roda empat. Tetapi kita punya outlet eks cabang itu ada gudangnya semua. Disini bawahnya Kudus ada outlet Mayong itu juga ada gudang. Misal kita overload menggadai bisa taruh di Jekulo atau Mayong,” tukasnya.

Baca juga:  Pj Bupati Kudus Minta Anggota Dewan Terpilih Tuntaskan Program yang Belum Terlaksana

Menurutnya, untuk jumlah masyarakat yang menggadai itu sebanyak 5000 an transaksi. Sedangkan per nasabah diangka 3,5 hingga 4 ribu orang. Hal itu karena per nasabah ada yang melakukan transaksi lebih dari satu. (adm/fat)