Dintanpan Rembang Prediksi Harga Hewan Naik 10 Persen

PETERNAK: Salah satu peternak hewan kambing di Rembang, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang memprediksi harga hewan kurban mengalami kenaikan hingga 10 persen menjelang hari Raya Iduladha. Hal ini disebabkan karena permintaan lebih banyak dari hari biasa.

Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan menjelaskan, harga kisaran sapi hari biasa sapi Rp 20-25 juta. Sementara kambing dan domba sekitar Rp 2,5-3 juta. Kenaikan jelang Idul Adha ini bisa naik hingga 10 persen. Artinya, harga sapi Rp 21-26 juta, kambing domba 3,5-4 juta.

“Pemotongan hewan kurban tahun ini untuk sapi 1000 ekor , kambing domba sekitar 3500 ekor. Dari populasi kambing domba 300.000 ekor dan sapi 105.000,”

Baca juga:  Dinbudpar Rembang Rekomendasikan Wisata Ramah Anak

Iwan menjelaskan, pengecekan sudah mulai dilaksanakan pada (3/6) hingga saat ini masih berlanjut. Pengecekan tersebut dilakukan di kantong pengepul ternak di Rembang.

“Kami sempatkan ngecek di pasar hewan mulai tanggal 3 Juni kemarin setiap hari petugas mengecek dua lokasi setiap kecamatan. Pengecekannya seperti cek kondisi pasar, transaksi dan lainnya,” tuturnya kemarin.

Sejauh ini, kata dia,  tidak ditemukan penyakit PMK maupun LSD yang di khawatirkan masyarakat. Artinya, dia pastikan secara umum kondisi hewan ternak sehat. Hanya saja, ternak yang disiapkan masyarakat masih ada yang belum poel atau belum ganti gigi.

Baca juga:  Rembang Siapkan Listrik Masuk Sawah Lebih Efisien

“Secara syariah, hewan kurban yang belum poel menjadi kendala. Namun, secara kesehatan tidak apa-apa,” tambahnya.

Selanjutnya, pelatihan untuk petugas pemotongan hewan sudah diakukan. Pelatihan ini akan terus berjalan sampai hari raya kurban. Semua petugas ke lokasi pemotongan untuk memastikan hewan dalan kondisi sehat. Setelah dipotong juga di cek bagian dalam untuk memastikan aman di konsumsi.

“Berdasarkan data kami tahun ini cenderung menurun antusiasme kurban. Pengecekan kami dipasar hewan disampaikan penjual tidak seramai tahun kemarin. Intinya stok cukup, kesehatan hewan aman,” pungkasnya. (cr3/fat)