Kudus  

Sektor Kredit ASN di Kudus Mengalami Pertumbuhan

Ketua Tim Analis Kredit Konsumtif, Ady Priambodo.
Ketua Tim Analis Kredit Konsumtif, Ady Priambodo. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Bank Jateng Cabang Kudus pada tahun ini menilai, sektor kredit Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengalami pertumbuhan. Hal itu dinilai memenuhi target lantaran persentasenya mencapai 101,19 persen.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus, Sumbodo melalui Ketua Tim Analis Kredit Konsumtif, Ady Priambodo mengatakan, untuk tahun ini pembiayaan sektor kredit ASN, PPPK maupun PNS mengalami pertumbuhan dari tahun lalu. Pertumbuhan kredit Bank Jateng Kudus pun tumbuh di angka Rp 19,3 miliar.

“Pencapaian per Mei 2024 kemarin di 101,19 persen jadi sudah melampaui target. Kita sangat optimis di semester 1 tetap tumbuh. Capaian yang diraih pun insyaallah tercapai di akhir 2024 ini,” tukasnya.

Baca juga:  GP Ansor Kudus Dukung Pj Bupati Wujudkan Good Governance dan Good Goverment

Sementara, kata dia, alokasi kredit tahun ini yang didapatkan Bank Jateng Kudus di angka Rp 789 miliar. Tetapi posisinya kini diangka Rp 771 miliar. Pihaknya juga tetap menjaga kondisi tersebut. Terlebih setiap bulan terdapat role over atau pembayaran angsuran pokok.

“Tapi kita tetap jaga walaupun tiap bulan ada role over atau pembayaran angsuran pokok. Cuman kita berusaha untuk tetap memenuhi ekspansi kredit setiap bulannya,” katanya.

Dirinya pun menjelaskan terkait alokasi kredit yang diterima jika mampu melampaui target yang ada. Setiap semester ada evaluasi anggaran. Dimana itu merupakan evaluasi apakah tercapai atau tidak, serta perlu ditingkatkan lagi atau tidak nanti menunggu perintah pusat.

Baca juga:  Promosikan Potensi Desa Melalui Parade Seni Budaya

“Dari alokasi semester 1 Rp 789 miliar, saat ini tinggal Rp 17,9 miliar. Terlebih lagi tantangan tiap bulan kita role over atau angsuran yang masuk cukup besar sampai dengan kisaran Rp 14,5 miliar perbulan,” bebernya.

Kemudian persentase ASN yang menjadi nasabah kredit Bank Jateng sebesar 54,34 persen atau setara 8.230 tenaga ASN. Untuk maksimal kredit ASN bisa mencapai Rp 1 miliar, tetapi disesuaikan proporsi gaji untuk angsuran. Sedangkan Bank Jateng Kudus sendiri kaksimal 90 persen dari take home pay masing-masing ASN dan PPPK.

Baca juga:  320 Madrasah Komitmen Jadi Madrasah Aman dan Sehat

“Kalau level ngambilnya Rp 1 miliar itu golongan V ke atas. Disisi lain, paling kecil ngambilnya menyesuaikan kebutuhan. Untuk jaminannya yakni bisa memakai SK pegawai dari SK CPNS maupun PNS,” pungkasnya. (adm/fat)