BKKBN Apresiasi Rumah Pelita Semarang dalam Turunkan Stunting

APRESIASI: Penyerahan bantuan secaara simbolis kepada anak asuh Rumah Penanganan Stunting Lintas Sektor bagi Baduta (Rumah Pelita) di Kota Semarang, Kamis (27/6/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng –  Rangkaian acar dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 sangat beragam. Salah satunya adalah pemberian apresiasi pada Day Care Rumah Penanganan Stunting Lintas Sektor bagi Baduta (Rumah Pelita) di Kota Semarang yang dinilai efektif menurunkan kasus stunting.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI bersama Darma Wanita Persatuan (DWP) pada momentum ini sangat fokus pada pengentasan stunting. Terlebih target dari Presiden RI Joko Widodo prevalensi stunting tahun 2024 turun hingga mencapai 14 persen.

“Dalam menangani stunting, BKKBN membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Salah satunya rumah-rumah seperti ini yang dikelola oleh pemerintah daerah, sehingga terjamin keberlangsungannya dan tentu saja gratis,” jelas Ketua Dewan Penasehat DWP BKKBN RI, dr. Reni Hasto Wardoyo saat mengunjungi Rumah Pelita di Manyaran, Semarang, Kamis (27/6/24).

Baca juga:  Gantikan Don Muzakkir, Sudaryono Jadi Ketum Tani Merdeka

Pada kesempatan itu, Reni menyebut kegiatan ini menjadi langkah dari DWP dalam mendukung Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. Yakni melalui pemberian bantuan intervensi kepada anak yang beresiko stunting dan atau berasal dari keluarga beresiko stunting.

Diakuinya, tantangan dan permasalahan yang dihadapi masing-masing daerah tidak sama, termasuk terkait stunting. Tetapi program yang dilakukan satu daerah setidaknya bisa memotivasi daerah yang lainnya.

“Stunting kan tidak hanya masalah nutrisi ya. Penyakit perlu diperhatikan, bagaimana mencegah penyakit juga penting, imunisasi dilengkapi. Kebersihan lingkungan, bebas dari asap rokok, dan sebagainya,” katanya.

Baca juga:  Nana Sudjana Buka Popda Jateng 2024, Ribuan Peserta Rebutkan Ratusan Medali

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang Susi Herawati menyampaikan, Pemkot Semarang sejauh ini berhasil menurunkan kasus stunting sampai 38 persen. Di sini peran Rumah Pelita dinilai penting dalam penurunan stunting.

“Penurunan stunting sampai 38 persen untuk wilayah Semarang. Kalau di Semarang Barat turun sampai 59 persen, dengan adanya day care,” ungkapnya.

Sementara Pengasuh Rumah Pelita Manyaran Lana Muthia Thaher mengaku saat ini ada 12 balita yang setiap harinya dititipkan di day care. Mereka mendapatkan penanganan stunting berupa pemberian makanan tambahan serta edukasi.

Baca juga:  ASN Diminta tak Ikut Judol

“Saat ini ada 12 anak, mereka mendapat pengasuhan selama tiga bulan. Mereka akan mendapat PMT dan akan kita lihat progresnya sampai nanti akhirnya lulus,” akunya. (luk/gih)