Bantul Turut Aktif Wujudkan Generasi Emas 2045

BERPOSE: Kepala DP3APPKB Bantul Ninik Istitarini (kedua dari kiri) bersama jajaran pejabat daerah Bantul saat berfoto bersama, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tahun 2024, Kabupaten Bantul turut aktif mewujudkan generasi emas tahun 2045. Hal ini merupakan amanat dari peringatan Harganas yang dilangsungkan di Kota Semarang pada Sabtu (29/6) lalu yang mengusung tema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas”.

Dengan mengusung tema tersebut, Harganas tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga bagi pembangunan bangsa dan negara. Selain itu, momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi daya ungkit dan pencapaian program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga berencana (Bangga Kencana), serta percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul, Ninik Istitarini menyampaikan, poin penting hasil dari kegiatan ini yaitu untuk meningkat kualitas keluarga. Guna pengendalian penduduk melalui program keluarga berencana (KB) dan menurunkan angka stunting untuk menghasilkan generasi emas tahun 2045.

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Butuh 1.234 Pantarlih untuk Lakukan Coklit

“Poin penting yang pertama tetap pada pengendalian penduduk. Saat ini, secara nasional itu sudah di angka 2,14, sehingga rata-rata jumlah anak dalam keluarga sudah mendekati dua,” ungkapnya, Minggu (31/6/24).

Menurutnya, dilihat secara kuantitas, angka 2,14 ini sudah mendekati angka jumlah anak melalui program KB yang dicanangkan pemerintah, yaitu sebanyak dua anak. Sehingga, dibandingkan dengan data beberapa puluh tahun lalu atau sekira pada tahun 1950-an yang rata-rata masih diangka 5 anak, angka tersebut mengindikasikan penurunan yang sangat signifikan.

“Sehingga untuk tantang penurunan jumlah anak saya kira sudah tidak terlalu berat. Tetapi kita tetap mempertahankan atau mengatur jumlah anak dalam keluarga itu, karena kita perlu pengendalian. Itu dari aspek kuantitas,” jelasnya.

Baca juga:  Fasilitasi UMKM Kembangkan Usaha Serat Alam

Kemudian, lanjut Ninik, yang menjadi tugas selanjutnya, atau yang sudah dimulai oleh DP3APPKB saat ini yaitu meningkatkan kualitas dalam sebuah keluarga. Yang di mana hal itu salah satu alasan Harganas tahun ini mengusung tema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas” di tahun 2045.

Salah satu tujuan dari tema ini adalah menyinergikan gerak langkah keluarga di seluruh Indonesia dalam pencegahan stunting. Karena seperti yang diketahui, penurunan stunting ini akan berimplikasi pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jadi jangka panjangnya, anak-anak saat ini diharapkan bisa menjadi generasi emas pada tahun 2045. Sehingga konsepnya, keluarga berkualitas menuju Indonesia emas itu menyinergikan gerak langkah semuanya dalam rangka percepat penurunan stunting,” sambungnya.

Baca juga:  Polda: Kejahatan Jalanan di DIY Turun Drastis

Sementara itu, langkah selanjutnya setelah Harganas ini, DP3APPKB akan lebih aktif lagi untuk menurunkan stunting di Bantul. Pihaknya akan mengumpulkan data risiko stunting di Bantul yang sekarang ini sedang dilakukan melalui program intervensi serentak pencegahan stunting.

Tidak hanya itu, pihaknya juga terus berupaya melakukan pendampingan pada keluarga yang terdampak stunting. Kemudian, melakukan pendamping pada calon pengantin agar lebih siap menghadapi kehamilan.

“Jadi kita akan menangani stunting secara tuntas, baik semua yang memiliki risiko terhadap stunting dan anak-anak yang sudah terdampak kasus stunting. Dan tuntasnya itu betul-betul ditangani dan diintervensi sampai dinyatakan bebas dari stunting,” pungkasnya. (nik/abd)