Kendal  

Kawasan Industri Kendal Tambah 1.200 Hektare, Target Serap 200 Ribu Tenaga Kerja

TINJAU: Executive Director PT Kawasan Industri Kendal Juliani Kusumaningrum bersama Kepala Administrator KEK, Tjertja Karja Adil saat memberikan keterangan di Guest Room Head Office KIK, Selasa (25/2/25). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Kawasan Industri Kendal (KIK) segera menambah luasan kawasan industri di 2025 ini seluas 1.200 hektare. Langkah ini dilakukan seiring banyaknya permintaan Penanaman modal dalam negeri (PMDN) ke kawasan industri tersebut.

Sejak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada 2019, KIK telah berhasil menarik banyak investor. Dari total luasan 1.000 hektare yang ada saat ini akan dilakukan penambahan lahan 1.200 hektare. Penambahan luasan akan dilakukan ke sisi barat dan ke sisi timur dari kawasan yang ada.

Untuk diketahui, sejak diresmikan pada 2016 hingga 2024, total realisasi investasi di KEK Kendal mencapai Rp 142,96 triliun, dengan total 120 perusahaan.

“Saat ini di KIK sudah ada 46 perusahaan yang beroperasi dan 22 perusahaan dalam proses kontruksi. Yang lainnya masih merampungkan proses perizinan,” terang Executive Director dari PT Kawasan Industri Kendal Juliani Kusumaningrum, Selasa (25/2/25).

Dijelaskan juga, dengan banyaknya perusahaan yang telah beroperasi setidaknya telah menyerap 23.496 tenaga kerja lokal dan 820 tenaga kerja asing. Menurutnya, tingginya minat investor di KIK tidak lepas dari dukungan infrastruktur yang memadai, serta kemudahan perizinan yang diberikan pemerintah.