Di mana tergolong dalam masyarakat miskin yang dibentuk, tumbuh dan berkembang atas dasar prakarsanya sendiri, saling berinteraksi antara satu dengan lain, dan tinggal dalam wilayah tertentu.
“Kube ini sesuai dengan program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi yang efektif memudahkan Pemprov Jateng dalam mengatasi kemiskinan dari aspek kegiatan pemberdayaan, serta entrepreneurship manajemen. Termasuk melalui upaya penyelesaian masalah perekonomian yang dilakukan secara perkelompok,” terang Moh Sigit kepada Joglo Jateng.
Lanjutnya, Pemprov Jateng memfasilitasi modal usaha dan bimbingan usaha kepada masyarakat melalui Program KUBE guna mendukung pemberdayaan masyarakat dan mengatasi tingkat kemiskinan di Jawa Tengah. Menurutnya, penanganan kemiskinan akan lebih mudah dilakukan dengan pendampingan usaha per-kelompok.
Moh Sigit menilai, Jawa Tengah memiliki banyak potensi yang bisa dijadikan sebagai modal pertumbuhan ekonomi daerah. Baik di bidang industri, pertanian, perdagangan maupun jasa.
“Kami membuka Bansos Kube ini setiap tahun. Kami berharap mereka (penerima bantuan Kube, Red.) bisa berkomitmen melalui pengelolaan usaha yang dijalankan dengan baik dan profesional. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan, tetap eksis dan terus maju usahanya,” harapnya.
Sementara itu, Moh Sigit menyatakan, dengan bantuan KUBE diharapkan pemberdayaan masyarakat fakir miskin dapat mendorong pada kehidupan yang lebih baik. (hms/all/adf)










