Gubernur Luthfi Gelontorkan Bantuan KUBE di Setiap Daerah

SIMBOLIS: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Kabid PFM Dinsos Jateng Moh Sigit menyerahkan bantuan KUBE kepada masyarakat di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo dan Desa Alastuwo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Selasa (11/3/25). (HUMAS/JOGLO JATENG)

KARANGANYAR, Joglo Jateng – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan sejumlah program bantuan jaminan sosial kepada masyarakat di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo dan Desa Alastuwo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, kemarin. Modal usaha diberikan kepada dua kelompok usaha bersama (KUBE) dengan masing-masing senilai Rp20 juta.

Tak hanya itu, diserahkan pula Kartu Jateng Sejahtera (KJS) dengan total bantuan Rp1.984.680.000, yang diberikan kepada 447 penerima manfaat di Kabupaten Karanganyar. Juga Bantuan logistik Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) berupa satu ton beras per desa, yang dibagikan kepada 100 keluarga, masing-masing mendapatkan 10 kg beras.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan ekonomi dan pangan,” ucap Luthfi.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam mendekatkan layanan publik dan kesehatan ke pelosok desa. Dengan program-program yang langsung menyentuh masyarakat, warga desa tidak lagi kesulitan mendapatkan pelayanan dasar yang seharusnya menjadi hak mereka.

Sebelumnya, Gubernur juga sudah meyerahkan bantuan KUBE di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Kendal. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat. Bukan sekadar janji, tetapi benar-benar memberikan solusi.

Sementara itu, Kabid PFM Dinsos Jateng Moh Sigit menyatakan bahwa untuk mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan beberapa intervensi bantuan terkait fakir miskin. Antara lain kegiatan melalui bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM), yaitu KUBE.

Lanjut Moh Sigit, bantuan KUBE ini diberikan kepada anggota kelompok usaha masyarakat yang masing-masing berjumlah 10 orang yang berasal dari masyarakat miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).