Jepara  

Terdampak Perang Rusia-Ukraina, Industri Furnitur Jepara Geser Target Pasar

PASARKAN: Pameran industri furnitur atau JIFBW 2025 di Gedung Wanita Jepara, Selasa (11/3/25). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Gejolak politik tersebut membuat biaya ekspor via kapal melambung tinggi. Tidak hanya mahal, kapal-kapal juga tak jarang mendapatkan gangguan. Tidak sedikit eksportir yang menahan barangnya karena hitung-hitungan bisnisnya berpotensi merugi.

Melihat situasi seperti itu, lanjutnya, para eksportir furnitur bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk menggeser target pasar. Dari yang semula Amerika-Eropa, kini bergeser ke Dubai dan Afrika.

Menurutnya, Dubai dipilih karena di sana relatif lebih aman secara politik. Selain itu, Dubai merupakan salah sati titik terbesar pertemuan orang-orang dari berbagai belahan benua.

“Dubai itu menjadi hubungan (pusat) pertemuan buyer-buyer dari berbagai belahan dunia. Jadi orang dari Amerika atau Eropa misalnya, yang ingin beli (furniture Jepara) bisa mengakses di Dubai,” jelasnya.

Alhaq berharap, pasar baru itu bisa bertahan lama tanpa ada gangguan apapun. Sehingga ekspor furnitur dari Jepara bisa terus berjalan. “Semoga Dubai dan Afrika ini jadi solusi jangka panjang. Sehingga ekpsor bisa lancar. Masyarakat Jepara juga bisa bekerja dan punya pendapatan,” harapnya. (oka/gih)