Kendal  

Kabar baik!, Pemkab Kendal Berhasil Gandeng Investor Sulap Sampah Jadi RDF

Investor bakal mengubah gunungan sampah di TPA Darupono menjadi RDF.(Dok)

KENDAL, Joglo Jateng – Di tengah kondisi darurat sampah, Pemkab Kendal berhasil menggandeng investor untuk mengelola dan mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Hal ini disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat Safari Ramadan di wilayah Kecamatan Sukorejo, baru-baru ini.

“Ada berita baik, ada investor yang mau bekerjasama mengelola sampah. Jadi sampah itu nanti akan dijadikan RDF (Refuse Derived Fuel). Nah untuk proses RDF itu sudah ada investor yang siap,” kata Bupati yang akrab disapa Mbak Tika

Ia menyatakan, langkah awal yang akan dilaksanakan adalah menjalin kerjasama dengan konsumen yang akan membeli RDF tersebut.

“Nanti kami harus mengadakan MoU dulu dengan Semen Gresik selaku pembeli. Kalau belum ada pembeli investornya belum mau kerjasama,” ungkapnya.

Mbak Tika membeberkan, saat ini Kabupaten Kendal kondisinya sudah darurat sampah. Untuk mengatasi Maslah sampah, ia meminta seluruh masyarakat senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Sampah ini berpotensi menyebabkan banjir, jadi mari kita menjaga kebersihan. Saya mengajak masyarakat untuk membudayakan jangan membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan karena kebersihan juga sebagian dari iman,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi. Ia mengungkapkan bahwa pengolahan sampah di Kabupaten Kendal membutuhkan inovasi baru. Untuk itu pihaknya berupaya menggandeng investor dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Kendal.

“Kita sudah ketemu investor, kita sedang dorong supaya mereka mau. Mereka itu yang mengelola sampah di Solo dan Bali,” katanya.

Ia berharap dalam waktu dekat, Kabupaten Kendal bisa mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern, salah satunya dengan menjadikan sampah sebagai sumber energi.

“Industri besar saat ini sudah mulai menggunakan 15 persen energi terbarukan, dan pabrik semen di Kendal baru sekitar 10 persen. Kita perlu bergerak cepat agar tidak tertinggal dari kabupaten lain,” pungkasnya.(ags)