KENDAL, Joglo Jateng – Kondisi banyaknya lintasan kereta api yang tidak berpalang pintu mewajibkan para pemudik yang sebentar lagi melintas di Kabupaten Kendal untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatiannya. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat kondisi rel kereta api sudah double track.
“Kami meminta masyarakat supaya hati -hati saat lewat atau menyebrang, karena banyak lintasan yang tidak berpalang pintu,” kata Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi, Selasa (18/3/25).
Dengan banyaknya lintasan kereta api yang tak berpalang, Benny mengaku akan mengupayakan didirikannya palang kereta api demi keselamatan masyarakat. “Kami akan upayakan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak -pihak terkait,“ tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal Muhammad Eko menyampaikan, terdapat 31 lintasan di sepanjang jalur kereta api membentang di Kabupaten Kendal. “Dari 31 lintasan ini hanya 16 yang dijaga. Sedangkan 15 lintasan lainnya belum ada yang jaga dan tidak berpalang pintu,” terang Eko.
Kondisi demikian ditindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi dengan kepala desa di wilayah lintasan kereta api tersebut. Dari koordinasi ini didapatkan hasil bahwa 8 lintasan kereta api yang tidak berpalang pintu dijaga oleh Hansip.
Lintasan itu, berada di Desa Krajan Kulon Kecamatan Kaliwungu, Desa Karangmulyo Kecamatan Pegandon, Desa Sedayu Kecamatan Gemuh, Desa Purworejo Kecamatan Ringinarum, Desa Pagerdawung Kecamatan Ringinarum, Desa Condong Kecamatan Weleri, Desa Penaruban Kecamatan Weleri, dan Desa Payung Kecamatan Weleri.
“Kalau yang 7 itu lintasan kecil. Jadi tidak dijaga. Meskipun begitu, masyarakat harus tetap hati-hati,” pungkasnya. (ags/gih)










