SEMARANG, Joglo Jateng – Pemilik usaha kolang-kaling di Kampung Kokolaka, Dewi Purwati (31) mengaku senang lantaran penjualan kolang kalingnya meningkat 100 persen selama Bulan Puasa. Hal ini lantaran, banyaknya permintaan dari konsumen yang mana memerlukan bahan tersebut untuk dijadikan topping minuman khas Ramadhan, seperti kolak ataupun setup.
“Permintaan meningkat banget, bisa sampai 100 persen. Soalnya saya hanya produksi saat Ramadhan saja,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.
Harga kolang-kaling di rumah produksi Dewi terbilang murah, yaitu Rp10 ribu per kilogram. Ia menjelaskan, mayoritas pembeli datang langsung untuk mengambil pesanan. Pelanggan setianya berasal dari berbagai daerah sekitar Semarang, seperti Demak, Salatiga, dan Kendal.
“Kalau sedang ramai, produksi 1 ton kolang-kaling bisa habis hanya dalam tiga hari,” jelasnya.
Sementara itu, pemilik rumah produksi kolang kaling lainnya, Buang Rowiyan (60) menyampaikan bahwa omzetnya turut mengalami kenaikan drastis selama bulan puasa. Dalam sehari, dirinya bisa menjualkan sampai tiga kuintal atau 300 kilogram kolang kaling.
“Biasanya, harga kolang-kaling hanya Rp7.000 per kilogram di hari biasa. Namun, saat Ramadan, harga naik menjadi Rp10.000 per kilogram. Sedangkan kalau beli di sini harus minimal 25 kilo,” ungkapnya.










