Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan bantuan berupa alat pengering gabah sebagai upaya percepatan penyerapan gabah tersebut. Terlebih pada Maret-April yang diprediksi sudah musim kemarau, pada kenyataannya masih hujan dengan intensitas yang cukup signifikan.
“Kita lakukan penambahan peralatan bantuan untuk pengeringan, karena yang kita perkirakan sudah masuk musim kemarau ternyata masih musim hujan. Kita perlu lebih banyak sarana tambahan untuk dryer,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Pangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta kepala daerah memantau setiap desa, agar target serapan 3,5 juta ton setara beras dapat tercapai. Sebab, katanya, serapan beras per Maret 2025 baru mencapai 500 ribu ton saja. (luk/sam)










