SEMARANG, Joglo Jateng – Sejak pukul 06.00 sampai pukul 12.00 kemarin, jumlah kendaraan yang melewati Gerbang Tol (GT) Kalikangkung mencapai 16.789. Hal itu disampaikan Petugas Pos Pengamanan (Papospam) Gate Terpadu (GT) Kalikangkung dari Polrestabes Semarang, Ipda Bowo.
“Berdasarkan data yang kami terima sampai saat ini (pukul 12.00 kemarin, Red.) sudah ada 16.789 kendaraan. Lalu, untuk traffic arus sementara masih dalam rangkaian one way nasional. Terakhir update untuk one way ke arah barat terakhir dari KM 425 Kota Semarang,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng.
Lebih lanjut, ia menerangkan, dari data yang ia terima, arus balik mudik masih terpantau cukup tinggi.
“Kalau dilihat dari traffic account, memang sudah terjadi penurunan dua hari yang lalu. Itu sudah terjadi penurunan sampai dengan pagi hari ini (kemarin, Red.),” jelasnya.
Sedangkan, bangkitan arus dari arah timur yang berangsur-angsur padat mulai menurun.
“Namun demikian kita tetap melihat perkembangan situasi yang ada,” imbuhnya.
Selain itu, dirinya juga tidak menampik masih banyak dari pemudik yang terlewat saat melakukan arus balik mudik. Menurut pengakuannya, mereka belum paham ketika memasuki pintu gate interchange yang semestinya dilewati.
Kedua, ada kemungkinan pemudik sudah mulai merasa kelelahan. Sehingga kurang memperhatikan rambu-rambu atau mungkin petunjuk arah yang ada di dalam atau di sepanjang jalur tol.
“Jadi yang harusnya mereka itu keluar ke arah timur, ke arah Surabaya atau apa, mereka sampai masuk mengakses di Gerbang Tol Kalikangkung,” ungkapnya.
Sehingga, dirinya mengarahkan kepada pemudik supaya mengakses keluar di interchange gate terdekat, seperti di Kaliwungu di KM 409 agar nantinya bisa kembali ke jalur protokol mengarah ke tujuan dari para pemudik.
Selama arus balik mudik berlangsung, dirinya mengimbau kepada para pemudik agar mencari rest area terdekat untuk beristirahat sejenak, apabila merasa kelelahan dan mengantuk. Jika ditemukan rest area penuh, mereka bisa menyempatkan keluar melalui interchange tol terdekat untuk mencari tempat istirahat yang memungkinkan. Seperti tempat yang menyediakan rumah makan, musala, dan masih banyak lagi.
“Sehingga harapannya kan tetap aman, lancar, selamat sampai dengan tujuan kembali lagi ke kampung halaman ke rumah masing-masing,” pungkasnya.










