Kendal  

Protes Damai, Warga Weleri Bersihkan Jalan Akibat Aktivitas Dump Truk Stockpile

KOMPAK: Aksi keprihatinan bersih-bersih jalan dilakukan warga dari 4 desa di Kecamatan Weleri. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Aksi protes dilakukan warga 4 desa di wilayah Kecamatan Weleri atas aktivitas stockpile. Aksi ini dilakukan warga Desa Penyangkringan, Nawangsari, Sumberagung, dan Bumiayu dengan bersih-bersih jalan yang dilintasi dump truk keluar masuk stockpile.

Aksi keprihatinan warga ini mendapat perhatian dari Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dengan hadir ke lokasi untuk menemui warga dari 4 desa tersebut.

Dengan tetap membersihkan jalan dengan cara disapu, warga tetap bersikukuh meminta kepada bupati untuk menutup stockpile. Alasannya, keberadaan tempat penyimpanan sementara material hasil galian C itu sangat mengganggu kenyamanan warga akibat lalu-lalang truk dump besar setiap harinya.

Mereka mengeluhkan, jalan-jalan yang dilalui truk dump rusak parah. Debu-debu yang beterbangan telah mengakibatkan banyak warga terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Bahkan, akibat lainnya, banyak warung makan sepi pembeli karena lingkungannya banyak debu.

Mbak Tika, panggilan akrab Bupati, menyatakan apresiasi terhadap cara warga menyampaikan aspirasi. Meski turun ke jalan, warga tidak melakukan aksi anarkis. Mereka justru melakukan aksi bersih-bersih jalan dengan menyapu dan membersihkan sisa material di sepanjang jalan.

“Kami tentu perlu berembuk bersama pihak terkait, baik dari dinas-dinas di Pemkab maupun pengusaha galian C yang membuat stockpile di sini. Jadi, kita tidak bisa langsung memutuskan secara sepihak tanpa kita kaji dan berembuk lebih dulu,” kata Mbak Tika, didampingi Kepala Badan Kesbangpol Alfebian Yulando dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Aris Irwanto.