Untuk mendukung terwujudnya target tersebut, ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di masing-masing daerah agar mendukung ketersediaan air.
“Kalau kita bicara penanaman, salah satu indikator yang harus siap dan harus ada adalah air. Untuk dukungan air yang dibutuhkan tentu saluran sehingga kita terus berkoordinasi dengan PUPR, kalau di daerah BBWS untuk mendukung ketersediaan air,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Diyar Susanto mengatakan, pada Masa Tanam (MT) 1 kemarin, luas lahan sawah yang ditanami padi di Kabupaten Jepara sebesar 21 ribu hektare. Dengan kondisi alam yang mendukung di MT ke-2, ia juga optimis target 48 ribu hektare lahan sawah di Jepara yang ditanami padi bisa tercapai.
“MT 1 luas lahan sawah yang ditanami padi 21 ribu hektare. Kalau dihitung mudah sampai MT 2 target sudah bisa 42 ribu. Karena kalau bicara alam, MT 2 lebih bagus. Air ada tapi secukupnya. Sisanya kita tinggal menunggu MT 3, sehingga 48 ribu hektare bisa tercapai,” jelasnya. (oka/gih)










